tvOnenews.com - Setter senior JungKwanJang Red Sparks, Yeum Hye-seon, menegaskan kesiapannya untuk membawa timnya bangkit di Liga Voli Korea (V-League) musim 2026/2027.
Setelah keterbatasan tampil akibat cedera membuat Red Sparks finis di posisi juru kunci musim lalu, pevoli kawakan ini bertekad penuh memimpin kebangkitan timnya.
Sejak terpilih di urutan pertama secara keseluruhan oleh Hyundai E&C pada draft rookie 2008/2009, karier Yeum Hye-seon relatif mulus tanpa gangguan cedera serius.
- Instagram.com/red__sparks
Namun, petaka menghampirinya pada musim 2025/2026 ketika ia harus menjalani operasi di kedua lututnya, yang membatasi penampilannya hanya dalam 16 pertandingan (37 set).
"Saya menjalani operasi pada lutut kanan pada April dan lutut kiri pada Oktober tahun lalu. Saya sempat mempercepat pemulihan agar bisa kembali bertanding pada Desember, tetapi rasa sakit itu terus membayangi," mengenang Yeum Hye-seon dilansir dari Sports Donga.
"Jujur, menjalani operasi dua kali di usia yang tak lagi muda sempat membuat saya ragu akan masa depan karier saya."
Meski demikian, jeda musim (off-season) menjadi titik balik bagi Yeum Hye-seon untuk memulihkan kondisi fisik dan memantapkan mentalitasnya.
Memasuki musim ke-18 dalam karier profesionalnya, ia tercatat sebagai pemegang rekor pengumpan terbanyak sepanjang sejarah V-League dengan torehan 16.249 set.
Catatan spektakuler itu melampaui statistik setter aktif Hyundai Hillstate, Kim Da-in (28), yang berada di posisi kedua dengan 8.449 set.
"Saya memegang rekor sebagai setter tertua di Divisi Wanita V-League sejak musim 2021/2022, dan saya belum mau menyerahkan predikat itu," ujar Yeum Hye-seon optimistis.
"Di musim baru nanti, saya akan memanjakan rekan-rekan setim seperti Vanja Bukilić dan Zhong Hui dengan umpan-umpan yang matang."
Zhong Hui sendiri merupakan pevoli kuota Asia yang didatangkan untuk mengisi posisi peninggalan Megawati Hangestri sejak berakhirnya Liga Voli Korea 2024/2025.
Meski demikian, pasca-kepergian bintang berjuluk 'Megatron' tersebut, Red Sparks tampak kesulitan mencari sosok penyerang yang mampu tampil setara atau menonjol di lapangan, sehingga berimbas langsung pada menurunnya daya gedor tim berjuluk Red Force tersebut.




