Harga Minyak Dunia Melonjak 2,76 ke USD 117,64, CPO dan Batu Bara Juga Melesat

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia naik pada penutupan perdagangan Jumat (30/10). Kenaikan terjadi seiring para pelaku pasar mengantisipasi potensi eskalasi perang Iran setelah pemilihan paruh waktu AS.

Dikutip dari Reuters, Senin (2/11), harga minyak mentah Brent ditutup naik USD 2,76 atau 2,4 persen menjadi USD 117,64 per barel setelah sempat menyentuh level tertinggi USD 118. Sementara itu, kontrak yang lebih aktif untuk pengiriman Januari naik USD 2,63 menjadi USD 113,43 per barel.

Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik USD 2,12 atau 2,08 persen menjadi USD 104,12 per barel. Secara bulanan, harga Brent menguat 13,6 persen, sedangkan WTI naik 15,2 persen.

Selain itu, kenaikan tersebut juga membuat harga minyak berada di level tertinggi sejak akhir April.

Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Bidang Perdagangan di BOK Financial menilai pasar akan tetap mencermati aliran minyak dari Timur Tengah dan kemungkinan eskalasi yang dilakukan oleh pasukan AS beserta sekutunya.

Sebelumnya, AS memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi mulai 23 Oktober karena risiko keselamatan. Arahan tersebut berasal dari kedutaan besar AS di Riyadh pada hari Jumat dengan mempertimbangkan serangan Houthi terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya.

Adapun kelompok militan Houthi Yaman yang didukung Iran mengatakan bahwa mereka telah menyerang beberapa lokasi di Arab Saudi termasuk kilang minyak besar Ras Tanura, kilang Rabigh, dan fasilitas produksi di Abqaiq yang dimiliki oleh perusahaan minyak negara Saudi Aramco.

Di sisi lain, koalisi yang dipimpin Arab Saudi juga mengatakan telah mencegat rudal jelajah yang diluncurkan oleh Houthi ke arah wilayah barat kerajaan tersebut.

CPO

Dikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak November mengalami kenaikan 1,31 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.449 per ton.

Batu Bara

Selain itu harga batu bara berjangka Newcastle mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak November menguat 1,40 persen ke level USD 152,45 per ton.

Nikel

Harga nikel justru mengalami penurunan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel naik 1,71 persen ke level USD 15.271 per ton.

Timah

Sementara itu, harga timah turut melemah 1,66 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange harga timah ada pada level USD 48.873 per ton.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik Timur Tengah, Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar
• 1 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Jereh Luncurkan Generator Gas Saturn, Klaim Biaya Listrik Lebih Hemat hingga 70 Persen
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Cegah Peredaran Narkoba Kembali Marak, Kapolda Metro Jaya Tekankan Penataan Kampung Bahari
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prediksi Persib Vs Isenmulang Kalteng FC: Ujian Maung Bandung Tanpa Igor Tolic di BRI Super League
• 23 jam lalubola.com
thumb
Suket Penyetaraan Gibran Dibatalkan, Projo: Ada Pihak Ingin Berkuasa, tapi Kalah Pemilu
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.