Investor Cermati Saham Teknologi, Bursa Asia Bergerak Melemah

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: via REUTERS/Yonhap News Agency

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak melemah pada awal perdagangan pekan ini, Senin (2/11/2026). Para investor mencermati tekanan saham teknologi global serta rilis laporan keuangan perusahaan, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), dan pemilihan paruh waktu AS.

Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,54%, sedangkan indeks Topix terkoreksi 0,74%.

Tekanan lebih dalam terjadi di pasar Korea Selatan. Indeks Kospi melemah 1,39% pada awal perdagangan, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,81%.

Adapun indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, turut bergerak di zona merah dengan penurunan sebesar 0,24%.

Baca: Pekan Depan Sangat Sibuk! Ada Inflasi RI hingga Pemilu Sela di Amerika


Pelemahan bursa Asia terjadi setelah tiga indeks utama Wall Street kompak mencatatkan penurunan sepanjang pekan lalu. S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing terkoreksi kurang dari 1%, sementara Nasdaq Composite mengalami penurunan lebih besar sebesar 2%.

Tekanan terhadap pasar saham AS terutama berasal dari sektor teknologi. Investor semakin mencermati prospek perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya terkait keberlanjutan belanja modal untuk membangun infrastruktur AI.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah Alphabet dan Microsoft memberikan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Sementara itu, Amazon mempertahankan panduan capex tahunannya.

Kondisi ini memicu tekanan jual pada saham teknologi, meskipun pasar sebelumnya sempat mendapatkan sentimen positif dari pengajuan dokumen penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) Anthropic.

Sepanjang Oktober, Nasdaq bahkan mencatatkan penurunan bulanan terdalam sejak Maret 2025. Indeks S&P 500 juga berakhir melemah akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya investasi perusahaan teknologi di sektor AI.

Di sisi lain, Dow Jones justru berhasil menguat hampir 2% pada Oktober. Kenaikan tersebut didukung peralihan investasi ke sektor-sektor defensif, seperti layanan kesehatan.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bursa Asia Kompak Ambles: IHSG Terkoreksi 2% - KOSPI Anjlok 7%

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendampingan Agrorisk.id, Penyuluh Pertanian Barebbo Praktikkan Analisis Risiko Cuaca untuk Mendukung Keputusan Siklus Tanam
• 19 jam laluharianfajar
thumb
WALHI Desak Bareskrim Polri Buka Identitas 20 Korporasi Tersangka Karhutla
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Satria Muda Kembali Juara IBL All Indonesian 2026, Abraham Damar Jadi MVP
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Polemik Ijazah Gibran Bakal Merembet ke Prabowo? Ini Kata Bivitri Susanti
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Marc Marquez tercepat di MotoGP Malaysia 2026
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.