Hujan Es Disertai Angin Kencang Terjang Lampung Barat, Sejumlah Rumah Rusak

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Lampung Barat: Fenomena hujan es disertai hujan deras, angin kencang, dan petir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Barat, Lampung, Minggu, 1 November 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga rusak, bahkan beberapa bagian atap dan tiang rumah roboh.

Salah seorang warga, Tiwi Azahra, mengatakan hujan es disertai angin kencang terjadi secara tiba-tiba. Kencangnya angin bahkan menyebabkan sejumlah atap seng rumah warga terlepas.

"Tadi sore kurang lebih setengah 5 itu ada angin kencang disertai hujan deras dan hujan es. Karena anginnya benar-benar kencang, badai angin gitu, dan membuat seng itu pada lepas-lepas. Ya, sempat ada pemadaman listrik juga sebentar tadi, karena ada petir juga," kata Tiwi di Lampung Barat, dikutip Senin, 2 November 2026.

Baca Juga :

Hujan Es di Malang Bikin Warga Panik

Ia mengaku panik saat melihat banyak butiran es berjatuhan di sekitar tempat tinggalnya. "Panik karena banyak banget esnya," ucapnya.

Hujan es terjadi di Kecamatan Balik Bukit sekitar pukul 15.21 WIB. Butiran es berukuran sebesar kelereng jatuh bersamaan dengan hujan deras, angin kencang, dan petir.

Fenomena tersebut berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit. Butiran es terlihat berjatuhan di atap rumah, halaman, hingga jalanan dan mengejutkan warga setempat.

Sedikitnya enam pekon dan kelurahan terdampak, yakni Pekon Watas, Gunungsugih, Padang Dalom, Padang Hanakau, serta Kelurahan Way Mengaku dan Pasar Liwa.


Ilustrasi-Fenomena hujan es di wilayah Tangerang Raya. ANTARA/Azmi Samsul M


Selain hujan es, angin kencang menyebabkan sejumlah rumah wargarusak. Di Pekon Hanakau, beberapa rumah dilaporkan rusak parah akibat atap terbawa angin. Bahkan, sebagian atap dan tiang bangunan roboh.

Petugas bersama aparat pekon telah melakukan pendataan terhadap kerusakan dan wilayah terdampak. Warga juga berencana bergotong royong membantu penanganan rumah yang rusak.

Hujan es merupakan fenomena cuaca yang dapat terjadi di wilayah tropis akibat pertumbuhan awan cumulonimbus. Awan tersebut memungkinkan butiran air membeku di lapisan atmosfer, kemudian jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk es.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang, yang dapat menyebabkan kerusakan bangunan maupun pohon tumbang. (Suranto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Goethe-Institut Jakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Acara Gratis
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Apakah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Mandiri Bisa Dapat BSU 2026?
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
23 UKM Berpotensi Melantai di BEI, Mayoritas Sektor FdanB
• 12 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Foto: Dewa United FC Women Menang Tipis Atas Persija Jakarta Women
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Karhutla Landa Dua Kabupaten di Sulawesi, 5,5 Hektare Lahan Terbakar
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.