IHSG Dibuka Turun ke Level 5.039

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 2 November 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 5.039,539.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.42 WIB, IHSG melemah sebanyak 32,079 poin setara 0,63 persen ke level 5.024,971. IHSG berada di level tertinggi 5.048 dan terendah di 4.981.

Sebanyak 154 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 444 saham emiten lainnya melemah, dan 106 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,535 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 7,020 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp8.834,212 triliun.

Baca Juga :

Rupiah Dibuka ke Rp18.162 per USD Senin Pagi

(Ilustrasi. Foto: Dok MI) IHSG diperkirakan cenderung konsolidatif Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu, 30 Oktober 2026, IHSG ditutup melemah 41,01 poin atau 0,80 persen ke level 5.057,05. Pelemahan tersebut disebabkan kombinasi tekanan domestik dan sentimen negatif global.

Dari dalam negeri, pelemahan rupiah hingga Rp18.185 per dolar AS dan berlanjutnya aksi jual investor asing meningkatkan tekanan terhadap pasar saham. Kemudian, market juga dibayangi ketidakpastian potensi penurunan status Indonesia menjadi Standalone Market oleh MSCI.

Dari eksternal, sikap The Fed yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga serta pelemahan saham teknologi mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, tercermin dari Dow Jones melemah 1,09 persen, S&P 500 terkoreksi 1,82 persen, dan Nasdaq jatuh 2,86 persen.

Pelemahan tersebut terutama dipicu oleh aksi jual besar-besaran pada saham teknologi menyusul kinerja dan proyeksi emiten yang mengecewakan, terutama Intel yang anjlok 28,6 persen dan Amazon yang mencatatkan hasil di bawah ekspektasi.

Sentimen negatif diperkuat oleh kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan pertumbuhan bisnis AI dan tingginya belanja modal yang belum tentu menghasilkan imbal hasil sepadan. Kondisi ini memicu tekanan jual pada saham-saham semikonduktor seperti AMD, Nvidia, Broadcom, dan Micron.

“IHSG hari ini diperkirakan cenderung konsolidatif dengan risiko koreksi terbatas, tetapi masih ada peluang technical rebound seiring adanya perubahan methodology perhitungan indeks,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Super League 2026-2027: Main dengan 10 Orang, PSS Dihajar Garudayaksa 3-1
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Kolaborasi no na x Shopee Disambut Antusias, Dance Challenge Ramai Diikuti
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Pemain Liga Amatir untuk Jadi Tandem Megawati Hangestri di V-League 2026-2027
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Cerita Modifikasi Toyota Fortuner "Alaska" Tembus Rp 500 Juta Lebih
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Laga Perubahan 2.0 Godok 270 Kader DPW NasDem Kalbar di Kampus ABN
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.