JAKARTA – Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, juru bicara militer Iran, mengatakan pada Sabtu (31/10/2026) bahwa perang baru akan meliputi wilayah yang jauh lebih luas jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan petualangan lain di kawasan tersebut bersama dengan Israel.
“Jika Presiden AS sekali lagi memulai petualangan militer lain di kawasan ini di bawah tekanan dan hasutan dari pihak Zionis, kobaran perang niscaya akan meluas ke wilayah geografis yang jauh lebih luas,” tulis Akraminia di platform media sosial AS, X.
Baca Juga
Ingin Pahala Berlipat Ganda dan Umur Penuh Keberkahan? Lakukan 21 Amalan Sederhana Berikut
Inilah Alasan Mengapa Rasulullah SAW Sangat Berwasiat: Lakukan Semaumu Jika Putus Urat Malumu!
Masih Ingat Wasiat Rasulullah SAW Melihat Orang yang Hidup di Bawah Kita? Ternyata Ini Rahasianya
“Dan akhir dari konflik tersebut tidak akan berada di tangannya (Trump),” ia memperingatkan, dikutip dari laman Anadolu Agency, Ahad (1/11/2026)
Merujuk pada rekam jejak Presiden AS dalam mengkhianati diplomasi, Akraminia menyatakan bahwa militer Iran terus-menerus meningkatkan kesiapan tempurnya dan memantau dengan saksama pergerakan AS di kawasan tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang masih tinggi di Timur Tengah, menyusul serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu tindakan balasan dari Iran di kawasan tersebut.
Meskipun telah dilakukan berbagai upaya diplomatik dan penandatanganan nota kesepahaman antara Washington dan Teheran pada bulan Juni, ketegangan tetap berlanjut terkait pengaturan keamanan dan navigasi di Selat Hormuz.
Sementara itu di AS, Politikus senior AS Bernie Sanders mengkritik perusahaan-perusahaan minyak karena meraup keuntungan dari perang AS-Israel melawan Iran. Sebaliknya perang justru merugikan keluarga-keluarga dari kelas pekerja.
“Sementara harga bensin naik 39 persen sejak Trump memulai perang ilegalnya melawan Iran, laba Exxon melonjak 130 persen, Chevron naik 185 persen, dan laba Shell hampir dua kali lipat,” ujar senator tersebut dalam sebuah unggahan di X.
“Keluarga-keluarga pekerja harus berjuang keras, sementara perusahaan-perusahaan minyak raksasa justru mengeksploitasi mereka,” katanya.
Ia menambahkan Trump justru seperti tidak ambil pusing dengan kondisi tersebut. “Tanggapan Trump: ‘Saya tidak peduli’.”