Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan Senin (2/11). Berdasarkan data Stockbit pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di level 5.039,54 atau turun 0,35 persen dan sempat merosot 1,43 persen ke 4.984 setelah dibuka 3 menit, meski setelah itu kembali ke zona hijau.
Merosotnya IHSG pada pembukaan tadi pagi terjadi di tengah berlakunya kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengeluarkan saham terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dalam perhitungan indeks.
Menanggapi kondisi itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan pergerakan naik dan turun IHSG merupakan dinamika pasar. Menurutnya, indeks hanya mencerminkan pergerakan yang terjadi di pasar saham.
"Ya, naik-turun itu kan memang dinamika pasar, ya. Mekanisme pasar sedang bekerja, indeks hanya mengukur itu," ujar Jeffrey kepada wartawan saat ditemui di gedung BEI, Jakarta, Senin (2/11).
Jeffrey juga memastikan seluruh saham HSC telah dikeluarkan dari mesin perhitungan indeks sejak Jumat (30/10), setelah perdagangan pasar ditutup.
"Jadi, di hari Jumat, seluruh saham HSC sudah dikeluarkan dari mesin perhitungan indeks. Mungkin hari ini ada beberapa data vendor yang masih belum menyesuaikan. Jadi, mungkin perhitungannya itu salahnya di data vendor," jelasnya.
IHSG yang sempat merah di awal perdagangan, lajunya terus menanjak. Pada pukul 11:40 WIB, IHSG naik 1,81 persen ke 5.116 dan masih terus bergerak hijau jelang penutupan sesi I.





