Subsidi Motor Listrik Tak Kunjung Terealisasi, Ini Kata AISI

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Rencana pemerintah memberikan subsidi pembelian sepeda motor listrik mendapat sambutan positif dari Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI). Namun, rencana tersebut belum terealisasi karena pelaksanaannya mundur dari jadwal awal.

Ketua Bidang Komersial AISI, Yosef Utama, menyatakan industri sepeda motor mendukung langkah pemerintah dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Ia menilai kebijakan insentif diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan industri sekaligus mendorong pertumbuhan pasar motor listrik nasional.

"Kita menyambut baik ya, terkait dengan kebijakan subsidi tersebut," ujar Yosef dikutip dari Antara.

Ia mengatakan bahwa AISI akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah dan percaya program yang disiapkan dapat memberikan manfaat bagi industri sepeda motor. 

Yosef juga menyebut pelaku industri meyakini pemerintah akan mempertimbangkan kepentingan sektor tersebut dalam merancang kebijakan insentif.

"Terus terang kita dalam hal ini ikut ya, ikut dengan kebijakan pemerintah terkait dengan ini. Karena kita yakin pemerintah akan memberikan yang terbaik buat industri," jelasnya.

Meski mendukung rencana tersebut, Yosef menyinggung bahwa jadwal pemberian subsidi yang hingga akhir Oktober 2026 belum juga terealisasi. Sebelumnya, pemerintah sempat menyampaikan bahwa insentif motor listrik paling cepat dapat diberlakukan mulai September 2026.

Yosef mengatakan bahwa pengumuman mengenai subsidi sebaiknya disampaikan ketika waktu pelaksanaannya sudah benar-benar jelas. Pasalnya, ketidakpastian justru dapat membuat calon pembeli memilih menunggu bantuan pemerintah daripada melakukan transaksi sekarang.

"Kalau belum pasti sebaiknya nggak perlu dikeluarkan. Karena bisa membuat konsumen menunda pembelian," tutupnya.

Adapun pemerintah sebelumnya menyiapkan skema insentif sebesar Rp3 juta untuk setiap pembelian motor listrik produksi dalam negeri. Nilainya lebih rendah dibandingkan rencana awal yang sempat menetapkan bantuan sebesar Rp5 juta per unit, dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp3 triliun.

Anggaran tersebut dirancang untuk menjangkau hingga satu juta unit motor listrik. Akan tetapi, pemerintah memperkirakan kapasitas produksi motor listrik nasional sampai akhir 2026 baru berada di kisaran 100 ribu unit.

(ant/nad)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Masih Dibayangi Tekanan Jual, Pasar Cermati Pemilu AS dan Data Ekonomi
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Iran Tetapkan Angkatan Laut dan Udara Inggris sebagai Organisasi Teroris, MI6 Kelompok Lawan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Wali Kota Medan Blusukan Malam Minggu di Amplas, Serap Aspirasi Warga dari Persoalan Banjir Hingga Lampu Jalan
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Menteri PKP berencana tinjau Gambir terkait rusun bagi rakyat
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Bansos Makin Digital! Gus Ipul Apresiasi 8.217 Agen Perlinsos Banyumas, Ini Peran Mereka
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.