Kebakaran di Pantura Jateng, TPA Degayu Masih Pendinginan, Alas Roban Padam

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Kebakaran melanda Tempat Pemrosesan Akhir atau TTPA Degayu, Kota Pekalongan, dan hutan di Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2026). Api di TPA Degayu dilaporkan telah padam pada Senin (2/11/2026), tetapi petugas masih mendinginkan lokasi untuk mencegah munculnya titik api baru. Adapun kebakaran di Alas Roban yang diduga sengaja dilakukan oleh orang-orang tertentu telah padam.

Di TPA Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, kebakaran pertama kali diketahui pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadian itu lantas dilaporkan ke Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan. Sejak Minggu, sekitar pukul 11.30, pemadaman terus dilakukan. Kegiatan tersebut melibatkan puluhan personel dan tujuh mobil pemadam, mobil tangki, dan water cannon.

Pada Senin, sekitar pukul 11.00 WIB, Kepala Seksi Pencegahan dan Informasi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan Valentino Eka Laksana Putra mengatakan, api di TPA Degayu telah padam. Namun, petugas masih bersiaga di lokasi kebakaran karena masih ada asap tipis yang keluar dari tumpukan-tumpukan sampah tersebut.

Baca JugaKarhutla di Lereng Gunung Sumbing dan Lawu Belum Padam

“Api di permukaan terpantau sudah tidak ada, tapi kami masih melakukan pendinginan sampai nanti dipastikan sudah tidak keluar asap. Kalau misalnya langsung ditinggal, nanti ada kemungkinan muncul api lagi,” kata Eka saat dihubungi, Senin siang.

Menurut Eka, ada dua kendala dalam pemadaman yang dilakukan selama sekitar 24 jam terakhir. Pertama, adanya kandungan gas metana di bawah tumpukan sampah yang berpotensi menjadi bahan bakar dan bisa menyulut api.

Kedua, tantangan medan. Lokasi yang terbakar berada di tebing yang curam. Air yang disemprotkan untuk memadamkan api beberapa kali memicu longsoran. Situasi itu bisa membahayakan petugas.

“Saya tadi lihat ada batu dari atas jatuh, untung tidak sampai mengenai petugas. Kalau di situ tidak pakai helm bahaya, karena ada potensi longsoran,” ucapnya.

Camat Pekalongan Utara M Ainur Rofiq mengatakan, TPA Degayu memiliki luas 5,8 hektare dengan ketinggian tumpukan sampah mencapai 25 meter. Adapun, luasan area yang terbakar diperkirakan hampir 1 hektar.

Menurut Ainur, aktivitas di TPA Degayu sudah ditutup sejak 2025. Penutupan zona pasif menggunakan geomembran itu dilakukan setelah ada sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Saat kejadian, tidak ada orang yang beraktivitas di sekitar lokasi. Penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. "Sementara kami masih belum mengetahui pasti penyebabnya, tetapi akan segera kita koordinasikan dengan pihak terkait," ujarnya.

Sebelumnya, kebakaran di TPA Degayu terjadi pada Oktober 2015. Kala itu, TPA tersebut masih aktif. Saat peristiwa terjadi, Kota Pekalongan sedang dilanda musim kemarau. Api diduga timbul akibat gas metana yang bergesekan dengan udara panas di sekitar lokasi.

Sementara itu, kebakaran di Alas Roban terjadi di hutan jati Petak 79 E Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Plelen di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Dari total luas baku hutan 23,2 ha, sekitar 3 ha di antaranya dilaporkan terbakar pada Minggu 21.30.

“Setelah mendapatkan laporan, pemadaman dilakukan bersama sejumlah pihak menggunakan peralatan sederhana berupa gepyok dari ranting kayu dan melakukan ilar-ilar. Kemudian, pada 22.30, api berhasil dipadamkan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan.

Bergas belum mengetahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun, lantaran peristiwanya terjadi pada malam hari, ada kecurigaan penyebabnya di luar faktor alam.

Baca JugaKebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Pemkot Surakarta Tetapkan Status Tanggap Darurat

“Human error dimungkinkan terjadi, apalagi kejadian di malam hari. Berdasarkan laporan dari BPBD setempat, ada aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi,” ucapnya.

Menurut Bergas, peristiwa itu sudah dilaporkan ke kepolisian. BPBD Jateng masih menunggu hasil dari penyelidikan yang dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diduga Todongkan Senjata hingga Tarik Santriwati saat Penggeledahan, Komnas HAM Bakal Mintai Keterangan Kapolda Jateng
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Ekspor Indonesia Tembus USD221,23 Miliar hingga September 2026, Naik 5,58 Persen
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Tabungan Saja Tak Cukup, Ini yang Perlu Disiapkan Keluarga Hadapi Inflasi
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mitsubishi Grandis Masih Diminati, Ini Alasan Pemilik Enggan Ganti Mobil
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Tertekan Beberapa Pekan, Tren Diproyeksi Terjadi Sampai Akhir Tahun
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.