Indodax Pastikan Dana dan Data Member Aman Setelah Anomali Sistem

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — INDODAX mulai memulihkan layanan deposit dan penarikan secara bertahap. Langkah pemulihan ini dilakukan setelah perusahaan menyelesaikan pemeriksaan keamanan menyusul anomali yang terdeteksi pada 29 Oktober 2026.

Perusahaan menyatakan tidak menemukan kehilangan aset, transfer tidak sah, maupun kebocoran data member selama proses pemeriksaan berlangsung. Evaluasi menyeluruh ini dilakukan demi memastikan keamanan sistem secara keseluruhan.

Baca Juga
  • Iran Peringatkan AS agar Tidak Lakukan Petualangan Militer Baru
  • Pesawat Jatuh dan Terbakar di Florida, Sembilan Orang Tewas
  • Ada 292 WNI yang Gabung Menjadi Tentara Rusia Berperang Lawan Ukraina

CEO INDODAX, William Sutanto, mengatakan penghentian sementara layanan deposit dan penarikan dilakukan sebagai langkah pencegahan. Kebijakan tersebut diambil setelah tim mendeteksi adanya indikasi aktivitas tidak wajar pada sistem.

Langkah tersebut diambil untuk memberi waktu kepada tim keamanan melakukan investigasi mendalam dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan. “Pendekatan yang kami lakukan adalah se-konservatif mungkin,” ujar William dalam keterangan tertulis, Ahad (1/11/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ketika melihat potensi anomali, pihak manajemen memilih menghentikan sementara layanan terkait terlebih dahulu. Langkah ini diambil agar tim dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa gangguan.

“Prioritas kami sejak awal adalah memastikan aset dan data member tetap aman sebelum layanan kembali dibuka,” lanjut William. Selama proses penanganan, perusahaan melakukan mitigasi dan evaluasi terhadap sejumlah infrastruktur utama.

Infrastruktur tersebut mencakup sistem perdagangan, dompet aset kripto (wallet), dan akun pengguna secara menyeluruh. Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, aktivitas yang terdeteksi dipastikan tidak berkembang menjadi transaksi atau perpindahan aset secara tidak sah.

INDODAX juga menyebut potensi ancaman siber tersebut telah berhasil dinetralisir dengan baik. Setelah proses perbaikan, asesmen, dan verifikasi keamanan selesai, perusahaan mulai membuka layanan secara bertahap pada Sabtu (31/10/2026) pukul 14.00 WIB.

Pembukaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap fungsi berjalan sesuai standar keamanan yang ketat. Seluruh prosedur ini dijalankan sebelum seluruh layanan kembali beroperasi secara penuh bagi para pengguna.

William menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami member selama layanan dihentikan sementara. Ia juga mengapresiasi tingkat kesabaran pengguna selama proses pemeriksaan keamanan berlangsung.

“Kami memahami penghentian sementara layanan berdampak terhadap aktivitas member,” kata William. Pihak manajemen memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih kepada seluruh member yang telah sabar menunggu.

“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk kehati-hatian untuk menjaga aset dan layanan yang dipercayakan kepada INDODAX,” ujarnya. Sebagai langkah pengamanan lanjutan, perusahaan mengimbau pengguna memperkuat keamanan akun masing-masing.

Pengguna disarankan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), menjaga kerahasiaan kode OTP, PIN, dan kata sandi. Selain itu, member diminta tidak membagikan informasi keamanan akun kepada pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

Pengguna juga diminta tidak mengunduh perangkat lunak atau aplikasi maupun mengakses tautan dari sumber yang tidak dikenal. Langkah pencegahan mandiri ini penting untuk melindungi akun dari potensi kejahatan siber.

Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus memperkuat sistem pemantauan, evaluasi keamanan, dan prosedur respons insiden. Informasi resmi mengenai tahapan pemulihan layanan selanjutnya akan disampaikan melalui kanal resmi INDODAX.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buruh Tuntut Upah Naik Dua Kali Lipat, Puluhan Pabrik Garmen Tutup
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
"Dia de Muertos", tradisi mengenang arwah di Meksiko
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Tuntutan yang Disuarakan Mahasiswa: Karhutla, Kebijakan Ekonomi hingga Biaya Pendidikan
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Kemdiktisaintek gelar KSTI 2026 untuk perkuat ekosistem sains nasional
• 29 menit laluantaranews.com
thumb
Shenzhen Perkenalkan Lagu Tema dan Video Musik Kota Tuan Rumah APEC China 2026
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.