-
-
-
-
-
Cumicumi.com, JAKARTA - Pengamat politik Iyyas Subiakto menilai perdebatan mengenai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak seharusnya hanya berpusat pada berbagai polemik yang menyeret namanya. Ia mengingatkan sejumlah kebijakan dan pembangunan yang dilakukan selama Jokowi menjabat sebagai presiden.
Menurut Iyyas, berbagai capaian pemerintahan Jokowi kerap tertutup oleh isu negatif yang berkembang di ruang publik. Padahal, terdapat sejumlah kebijakan strategis yang menurutnya perlu diperhitungkan dalam menilai rekam jejak kepemimpinan Jokowi.
Hal tersebut disampaikan Iyyas saat diwawancarai di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026).
Salah satu kebijakan yang disorotnya adalah divestasi saham PT Freeport Indonesia. Iyyas menilai peningkatan kepemilikan saham Indonesia di perusahaan tambang tersebut menjadi salah satu pencapaian penting pada masa pemerintahan Jokowi.
"Freeport 40 tahun sahamnya 9%. Dan ditarik Jokowi jadi 51%. Punya smelter di Gresik. Ada kalau enggak ada Jokowi?" kata Iyyas.
Sebagai informasi, kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia meningkat dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen setelah proses divestasi pada 2018. Perubahan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kepemilikan nasional atas sumber daya alam.
Selain Freeport, Iyyas turut menyinggung pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol dan bendungan. Ia menilai pembangunan tersebut menjadi bagian dari capaian pemerintahan Jokowi yang tidak seharusnya luput dari perhatian publik.
Menurutnya, evaluasi terhadap pemerintahan sebelumnya perlu dilakukan dengan melihat hasil pembangunan dan kebijakan yang telah dijalankan, bukan hanya berdasarkan polemik yang berkembang.
Iyyas juga menyoroti kebijakan BBM Satu Harga yang diterapkan di sejumlah wilayah, termasuk Papua. Ia menilai kebijakan tersebut memberikan perubahan bagi masyarakat yang sebelumnya harus menghadapi disparitas harga BBM dengan wilayah lain.
Program BBM Satu Harga sendiri mulai dijalankan pada era pemerintahan Jokowi pada 2016 sebagai upaya pemerataan akses energi, terutama di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Tak hanya itu, Iyyas turut mengangkat pengembangan kilang minyak Balikpapan. Menurutnya, proyek tersebut memiliki potensi memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan kapasitas pengolahan minyak dan pengurangan ketergantungan terhadap impor produk energi dan petrokimia.
"Cuma karena orang kalau tidak paham tentang ini, saya bicaranya soal data kalau saya," tuturnya.
Lebih lanjut, Iyyas menyayangkan apabila pembahasan mengenai Jokowi hanya didominasi kontroversi tanpa melihat kebijakan yang telah dijalankan selama masa pemerintahannya.
Ia berpandangan, rekam jejak seorang pemimpin semestinya dinilai secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kebijakan, hasil pembangunan, serta dampaknya bagi masyarakat.





