Fuel Surcharge Tiket Pesawat Domestik November 2026 Tetap 40%

cnbcindonesia.com
21 jam lalu
Cover Berita
Foto: Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menyampaikan bahwa batas maksimal biaya tambahan bahan bakar pesawat (fuel surcharge) untuk penerbangan domestik kelas ekonomi pada November 2026 tetap sebesar 40% dari Tarif Batas Atas (TBA) sesuai kelompok pelayanan.

"Perlu ditegaskan bahwa angka 40% tersebut merupakan batas maksimal biaya tambahan bahan bakar yang dapat dikenakan maskapai, bukan berarti harga tiket pesawat naik sebesar 40%," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/11/2026).

Baca: Tarif Pesawat di 24 Provinsi Naik, Ini Wilayah yang Paling Terdampak

Fuel surcharge merupakan komponen biaya tersendiri yang dicantumkan secara terpisah dari tarif dasar penerbangan (basic fare) pada tiket penumpang. Penetapan besaran fuel surcharge mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.


Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga avtur yang dipublikasikan oleh penyedia bahan bakar penerbangan serta rentang harga yang telah ditetapkan dalam keputusan tersebut.

Berdasarkan publikasi harga avtur per 1 November 2026, rata-rata harga avtur tercatat sebesar Rp23.315 per liter. Harga tersebut berada dalam rentang lebih dari Rp21.950 hingga Rp25.900 per liter, sehingga batas maksimal fuel surcharge untuk November 2026 tetap sebesar 40% dari TBA, sama dengan periode Oktober 2026.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa batas maksimal tersebut tidak bersifat wajib diterapkan oleh seluruh maskapai. Badan usaha angkutan udara dapat menetapkan besaran fuel surcharge di bawah 40% dengan mempertimbangkan kondisi operasional, strategi bisnis, serta dinamika persaingan pasar masing-masing, sepanjang tetap sesuai ketentuan yang berlaku," bebernya.

Baca: Harga Tiket Pesawat Didiskon 11%-12% saat Nataru, Catat Tanggalnya

Kemenhub akan terus memantau penerapan fuel surcharge dan kepatuhan maskapai terhadap ketentuan tarif penerbangan. Maskapai wajib mencantumkan komponen fuel surcharge secara terpisah dari tarif dasar pada tiket penumpang serta tetap menjaga kualitas pelayanan sesuai kelompok pelayanan masing-masing. Penerapan komponen biaya tersebut juga harus tetap memperhatikan ketentuan Tarif Batas Atas yang berlaku.

"Melalui evaluasi berkala terhadap perkembangan harga avtur dan penerapan tarif penerbangan, Kemenhub berupaya menjaga keseimbangan antara keterjangkauan tarif bagi masyarakat, keberlangsungan operasional maskapai, serta konektivitas transportasi udara nasional," ujarnya.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kemenhub Usulkan Kantor WFA Saat Nataru 2026/2027

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PG Pesantren Baru Kediri Tuntaskan Musim Giling 2026, Tebu Tergiling 8,26 Juta Kuintal
• 4 jam laluberitajatim.com
thumb
Jenderal Tandyo Budi Terima KSAD Australia, Bahas Kerja Sama Militer-Stabilitas Kawasan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
MenPPPA soal PPN Pembalut 11 Persen: Kami Sedang Koordinasi, Supaya Ada yang Menggembirakan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Di Era Bupati Jeje, Jalan yang Bertahun-tahun Rusak di Bandung Barat Kini Mulus
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertamina Siapkan 837 SPBU untuk Dukung Program Motor Listrik Nasional
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.