Paris: Pemerintah Prancis mengimbau para pelajar tidak memblokade akses sekolah menyusul kembali berlangsungnya demonstrasi mahasiswa dan siswa sekolah menengah pada Senin, 2 November 2026.
Pemerintah memperingatkan aksi tersebut dapat mengganggu kegiatan belajar dan membahayakan kelangsungan tahun ajaran.
Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray meminta para demonstran memberikan kesempatan kepada siswa untuk kembali mengikuti kegiatan belajar di kelas. Ia menyebut dimulainya kembali kegiatan pembelajaran sebagai prioritas utama.
Berbicara kepada radio France Inter, Geffray mengakui hak para pelajar untuk menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Namun, ia menegaskan aksi tersebut tidak boleh menghalangi siswa lain mendapatkan akses pendidikan.
Ia juga memperingatkan bahwa kerusuhan yang terus berlangsung dapat membahayakan tahun ajaran. Geffray mengingatkan bahwa memblokade akses ke institusi pendidikan merupakan tindakan ilegal.
"Kalian tidak boleh menghalangi teman-teman kalian untuk pergi ke kelas," ujarnya, seperti dikutip Anadolu, Senin 2 November 2026.
Geffray mengatakan laporan mengenai aksi blokade terutama terkonsentrasi di wilayah Ile-de-France, Prancis utara, serta Kota Toulouse di barat daya negara tersebut. Blokade di Paris Salah satu aksi blokade dilaporkan terjadi pada Senin pagi di depan Hélène-Boucher High School, yang terletak di arondisemen ke-20 Paris. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat utama gerakan demonstrasi pelajar.
Menurut laporan penyiar BFMTV, sekitar 20 siswa menempatkan sejumlah tempat sampah di depan pintu masuk sekolah sehingga akses menuju ruang kelas terhalang.
Sementara itu, kepolisian berencana meningkatkan kehadiran personel di sekitar sekolah untuk memastikan keamanan dan memberikan dukungan kepada komunitas pendidikan. Langkah tersebut diambil menyusul aksi kekerasan yang terjadi dalam demonstrasi sebelumnya.
Kembali berlangsungnya mobilisasi pelajar terjadi meskipun pemerintah telah mengumumkan sejumlah kebijakan pada Senin pekan lalu untuk mengakhiri gelombang protes yang dimulai sejak pertengahan September.
Baca juga: Tak Puas Respons Pemerintah, Pelajar Prancis Siap Lanjutkan Blokade Sekolah




