Balita Dalam Kondisi Kurang Gizi Saat Dibunuh Ortu di Toilet Umum Jaksel

liputan6.com
8 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap kasus pembunuhan seorang bayi berusia 20 bulan berinisial SF yang diduga dilakukan oleh ayah tiri dan ibu kandungnya. Hasil pemeriksaan forensik menemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dokter Spesialis Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, dr. Asri Megaratri, mengatakan tanda-tanda kekerasan yang terjadi pada balita tersebut diduga merupakan luka baru maupun lama. Ia juga mengatakan, laporan forensik menemukan keadaan bahwa balita tersebut dalam kondisi kurang gizi.

Advertisement

BACA JUGA: Teka-Teki Kematian Karyawan Koperasi di Probolinggo

"Kami menemukan keadaan anak tersebut dengan keadaan yang gizinya tidak sesuai dengan usianya, ya kurang dari yang seharusnya normal pada usia tersebut," kata Asri kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

"Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak. Baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama," sambungnya.

Berdasarkan temuan tersebut, tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan rontgen pada tulang-tulang korban. Pengecekan dilakukan untuk memastikan ada tidaknya tulang yang patah pada tubuh korban.

Hasil autopsi menunjukkan sejumlah tanda kekerasan atau cedera pada organ-organ dalam tubuh korban. Temuan tersebut sejalan dengan hasil pemeriksaan luar, dengan tanda cedera ditemukan di area dada hingga perut.

Namun, Asri belum dapat menyimpulkan kepastian terkait temuan tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk histopatologi forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Dia mengatakan, tim forensik juga telah menyiapkan sejumlah sampel untuk pemeriksaan toksikologi forensik di Puslabfor Polri apabila dibutuhkan.

"Mami juga telah menyediakan beberapa sampel untuk pemeriksaan toksikologi forensik untuk dibawa ke Puslabfor Polri oleh penyidik apabila dibutuhkan," ungkapnya.

"Untuk sebab kematian kami masih alami lebih lanjut, Bapak dan Ibu, sehingga belum bisa kami rilis hari ini," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pemilik toilet umum melaporkan kejadian yang mencurigakan.

"Terkait anak tersebut, itu dibunuh oleh kedua orang tuanya, yaitu ibu kandungnya dan ayah tirinya," kata Seala saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (1/11/2026).

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prodia (PRDA) Catat Laba Bersih Tumbuh 10 Persen, Operasional Terjaga
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
ESDM Kebut Aturan Impor Migas Lewat Lemigas, Pertamina Masih Impor BBM
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Siap-siap! Jadwal Pemadaman Listrik di Gowa Senin 2 November 2026, Mulai Siang hingga Tengah Malam
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Periksa Bupati Bogor dan Wakilnya, KPK Dalami Alur Pemotongan Insentif Upah Pungut
• 2 jam laluokezone.com
thumb
PSMS Medan Tak Gentar Hadapi Persija Jakarta di League Cup 2026, Ayam Kinantan Siap Beri Kejutan
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.