BOGOR, DISWAY.ID - Hasil laboratorium kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa tiga sekolah di Dramaga dan satu sekolah di Kecamatan Cisarua hingga kini belum keluar.
Diketahui, untuk kasus di wilayah Dramaga, hasil pemeriksaan diperkirakan baru tersedia dalam 1–2 minggu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty mengatakan, penyebab dugaan keracunan di Dramaga belum dapat dipastikan karena pemeriksaan sampel masih berlangsung. Dugaan kacang dalam menu MBG sebagai pemicu juga belum bisa dibenarkan.
“Saya tidak berani menyimpulkan penyebabnya. Kita harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujar Fusia kepada wartawan, Senin 2 November 2026.
BACA JUGA:Mulai 2 November, 6.097 SPPG Tak Bisa Beroperasi karena Laporan Dana MBG
Sementara itu, pemeriksaan sampel kasus Cisarua juga belum rampung.
Banyaknya sampel yang harus diuji membuat proses laboratorium masih berlangsung.
“Hasil laboratorium Cisarua belum selesai karena sampelnya banyak,” katanya.
BACA JUGA:Wamendagri Akhmad Wiyagus Tegaskan Pentingnya Keamanan Pangan Dapur MBG untuk Pelindungan Anak
Dinkes Kabupaten Bogor menegaskan, pihaknya berfokus pada penanganan kesehatan para korban.
Adapun tindak lanjut terkait program MBG diserahkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami fokus menangani dampak kesehatan dan memberikan pelayanan kepada pasien. Untuk tindak lanjut program MBG, kami serahkan kepada BGN,” tegasnya.
Hingga saat ini, masih terdapat korban yang menjalani perawatan.
Namun, Dinkes belum merinci jumlah pasien yang masih dirawat.
BACA JUGA:Perkuat Program MBG, Tito Karnavian Instruksikan Kepala Daerah Inspeksi SPPG
- 1
- 2
- »





