Liputan6.com, Jakarta - Nama AKBP Netty Rosdiana Siagian kembali menjadi bahan perbincangan. Polisi wanita itu menyatakan mengunduran diri dari institusi Polri. Wanita kelahiran Medan tahun 1970 ini menyatakan mundur terhitung sejak 1 September 2026.
Saat mengundurkan diri, Netty mengemban jabatan sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Advertisement
Lewat akun Instagram pribadinya, @netty_diana pada Sabtu (31/10/2026), Netty mengungkapkan alasan keputusan tersebut menyangkut prinsip dan hati nurani.
Dia menegaskan, keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan matang dan atas kemauan sendiri.
"Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani," tulis Netty dalam unggahannya.
Ia turut menyampaikan keputusan mundur bukan berarti kehilangan keberanian, melainkan upaya mempertahankan prinsip yang telah diyakini sejak lama.
Sosok Suami
Usai menyatakan mundur dari Polri, sosok suami AKBP Netty juga menjadi sorotan. Suami AKBP Netty diketahui juga merupakan polisi aktif bernama Brigjen Pol. Puji Santosa, yakni seorang perwira tinggi Polri yang memiliki rekam jejak panjang dan berpengalaman luas di bidang Brigade Mobil (Brimob).
Pria kelahiran Banyumas 9 Juli 1968 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1993. Puji Santosa resmi menyandang pangkat jenderal bintang satu (Brigadir Jenderal Polisi) sejak 29 November 2024 saat dilantik sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Staf Utama Operasi (Karorenmin Stamaops) Mabes Polri.
Selain itu, dirinya juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Jawa Timur (2020). Kemudian pernah mengemban posisi penting di Satbrimob Polda Kalsel, Satbrimob Polda Lampung, hingga terlibat dalam Satgas Nemangkawi di Papua, yang kini berubah nama menjadi Satgas Damai Cartenz, yaitu aparat yang bertugas menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, serta memulihkan situasi keamanan dari gangguan kelompok separatis tersebut. Satgas ini merupakan operasi gabungan yang dibentuk TNI dan Polri.




