Purwakarta: Pengembangan kawasan hunian di Purwakarta mulai memasuki tahap serah terima unit. Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta mulai menyerahkan 1.500 unit kepada konsumen setelah diluncurkan pada akhir 2025.
Prosesi serah terima digelar di Balai Nusantara HWB Purwakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah, antara lain Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta Entin Suryatin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Purwakarta Didi Garnadi, Camat Bungursari Wita Gusrianita, serta Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin.
Entin berharap pembangunan dan proses serah terima dapat terus berjalan sehingga semakin banyak keluarga memperoleh akses terhadap hunian yang layak dan nyaman. Sementara itu, Didi menekankan pentingnya pembangunan kawasan yang didukung infrastruktur memadai, seperti akses jalan, drainase, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.
Dari sisi ekonomi, Camat Bungursari Wita Gusrianita menilai perkembangan kawasan tersebut berpotensi menciptakan pusat aktivitas baru yang dapat menggerakkan kegiatan usaha masyarakat sekitar.
Senada, Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin melihat kehadiran penghuni baru dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan interaksi ekonomi masyarakat. Ia berharap warga baru dan masyarakat setempat dapat hidup berdampingan serta menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan.
Penjualan tembus 2.000 unit
HWB Purwakarta dikembangkan melalui PT Hunian Warisan Bangsa bersama LippoLand. Sejak diluncurkan pada akhir 2025, penjualan hunian tersebut telah mencapai lebih dari 2.000 unit. Pada peluncuran tahap pertama Februari 2026, lebih dari 1.000 unit dilaporkan telah terjual. Hunian ditawarkan dengan harga mulai Rp98 juta, dengan pilihan satu, dua, dan tiga kamar tidur.
Pengembangan hunian mengutamakan fungsi ruang, pencahayaan alami, ventilasi, serta area parkir. Pengembang juga menawarkan skema cicilan tertentu mulai sekitar Rp600 ribu per bulan selama 40 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Kawasan ini memperoleh pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW) pada 22 September 2026 melalui Indonesia Property Record dalam kategori Rumah Komersial (Non-Subsidi) Dua Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.
Baca Juga :
Pasar Komunitas Jadi Strategi Baru UMKM Menarik KonsumenCEO IPW Ali Tranghanda mengatakan keterjangkauan hunian perlu dilihat bersama dengan lokasi dan kualitas lingkungan yang mendukung kehidupan penghuninya.
"Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka. Model seperti HWB Purwakarta menunjukkan hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan yang terukur dan tetap memperhatikan kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Senin, 2 November 2026.
Deputy COO Hunian Warisan Bangsa I Putu Adi Sastrawan mengatakan pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga lingkungan yang mendukung kehidupan masyarakat.
Aktivitas UMKM dan fasilitas komersial
Seiring bertambahnya penghuni, pengembangan fasilitas sosial dan komersial menjadi bagian dari aktivitas kawasan. Salah satunya Masjid Tajug Istimewa Nusantara yang diresmikan pada 30 Januari 2026. Masjid tersebut berdiri di atas lahan sekitar 240 meter persegi dengan kapasitas sekitar 150 jemaah. Selain menunjang kebutuhan ibadah, fasilitas ini menjadi salah satu ruang interaksi masyarakat.
Aktivitas warga juga berlangsung di Balai Nusantara dan ruang komunal lainnya melalui bazar makanan, pasar malam, musik langsung, lomba mewarnai anak, senam, tari tradisional, hingga kegiatan bersepeda bersama. Kegiatan tersebut turut membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk.
Peluang usaha juga disiapkan melalui Griya Niaga, kawasan komersial yang terdiri dari ruko tiga lantai berukuran 4 x 12 meter dan menghadap boulevard utama selebar 16 meter. Sejumlah fasilitas dan usaha yang telah beroperasi di kawasan HWB Purwakarta antara lain Masjid Tajug Istimewa Nusantara, Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM.
Dalam jangka panjang, HWB Purwakarta direncanakan menampung lebih dari 30.000 penduduk. Pengembangan kawasan tersebut berpotensi memperluas aktivitas ekonomi lokal seiring bertambahnya jumlah penghuni dan kebutuhan terhadap berbagai layanan serta usaha.




