Perkuat Industri Kimia RI, Pemerintah Bangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida di Gresik

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Pemerintah terus berupaya memperkuat kemandirian industri kimia nasional sekaligus mendorong transformasi menuju industri yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui sinergi Pupuk Indonesia bersama anak usahanya, PT Petrokimia Gresik (Persero) dan PT Rekayasa Industri (Rekind), dalam pembangunan pabrik soda ash dan amonium klorida dengan total kapasitas produksi 600.000 ton per tahun.

Baca Juga :
Dorong Hilirisasi Industri Kehutanan, Ibas: Proses Produksi Harus Diperbaiki Agar Tak Boros
Mendiktisaintek Dorong Penguatan Kepemimpinan Kampus, Riset hingga Industri Disorot

Proyek yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, ini juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan karbon dioksida (CO2) sebagai bahan baku industri bernilai tambah.

Sebagai langkah awal pelaksanaan proyek, Petrokimia Gresik dan Rekind menandatangani kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). Penandatanganan tersebut menandai dimulainya tahap pelaksanaan pembangunan fasilitas produksi baru.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari komitmen Pupuk Indonesia Grup dalam meningkatkan daya saing industri dalam negeri melalui pengembangan produk bernilai tambah dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan pabrik soda ash dan amonium klorida menjadi langkah strategis yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan, mendorong hilirisasi, serta mewujudkan kemandirian industri nasional.

Proyek ini sekaligus mendukung dua mandat utama Pupuk Indonesia Grup, yakni memperkuat ketahanan pangan melalui diversifikasi sumber nitrogen untuk produksi pupuk NPK. Selain itu, proyek tersebut diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan industri melalui pengembangan bahan baku kimia dalam negeri dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan CO2.

"Ini proyek yang menuju transisi hijau. Ada carbon capture-nya, sekaligus melakukan diversifikasi sumber nitrogen untuk kebutuhan produksi pupuk NPK kita," kata Rahmad dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi soda ash sebesar 300.000 ton per tahun dan amonium klorida sebesar 300.000 ton per tahun.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat pasokan bahan baku industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan, pembangunan pabrik tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya membuka peluang pengembangan bisnis, tetapi juga mendukung upaya perusahaan meningkatkan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Baca Juga :
Anggota DPR: Pengawalan pasokan Gas Harus Hasilkan Dampak Nyata Bagi Dunia Usaha
Transformasi IT Berbasis AI Jadi Solusi Perusahaan RI Menuju Autonomous Enterprise
Dorong Ekonomi Sirkular yang Inklusif, Pemerintah Gandeng Industri, Koperasi, hingga Pelaku Informal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Milih Menu Makan Malam Bikin Kamu Capek? Ini yang Sebenarnya Terjadi dan Cara Mengatasinya
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
KAI Daop 9 Jember atasi longsor untuk normalkan perjalanan kereta api
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Jakarta Senin 2 November 2026, Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca Sore Hari
• 13 jam lalupantau.com
thumb
League Cup: Persija Daftarkan Kwon Chang-hoon, Kyohei Yoshino, dan Kerim Memija Sebagai 3 Pemain Asing, Maksimalkan Bomber Lokal
• 9 jam lalubola.com
thumb
Pasar Modal Lesu, Pramono Tunda IPO PAM Jaya hingga Tahun Depan
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.