Moms, ada kabar baik soal vaksinasi anak! Setelah sebelumnya dilaksanakan di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali, program vaksin HPV gratis untuk anak laki-laki rencananya akan diperluas ke tiga provinsi baru pada 2027, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.
Melansir Antara, Kamis (29/10), perluasan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi Human Papillomavirus (HPV) sejak dini. Sebab, virus ini bukan hanya berisiko bagi perempuan, tetapi juga laki-laki.
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki penting untuk memastikan perlindungan yang lebih merata.
"Inilah sebabnya kami kemudian memperluas sasaran HPV ini bukan hanya pada kelompok anak perempuan tapi juga pada kelompok anak laki-laki. Karena ternyata memang yang bisa kita lindungi dua-duanya. Ini kembali dengan prinsip dasar dari kesehatan. Harus ada pemerataan dan kesetaraan. Jadi bukan hanya pada gender tertentu," ujar Indri.
Cakupan Vaksin HPV Anak Laki-laki Capai 88 PersenProgram vaksinasi HPV untuk anak laki-laki mulai dilaksanakan pada 2026 di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali. Berdasarkan data per 25 Oktober 2026, cakupannya telah mencapai 88 persen.
Bali mencatatkan cakupan tertinggi, yakni 97,7 persen. Kemudian, DI Yogyakarta mencapai 93,5 persen dan DKI Jakarta sebesar 82,5 persen.
Melihat pelaksanaan tersebut, pemerintah berencana memperluas program ke tiga provinsi lainnya pada 2027. Dengan begitu, total ada enam provinsi yang menjadi sasaran vaksinasi HPV gratis untuk anak laki-laki.
"Jadi akan ada enam tahun depan yang kita perluas imunisasi HPV pada anak laki-laki usia 11 tahun," jelas Indri.
Sementara itu, vaksinasi HPV untuk anak perempuan kelas 5 SD telah dilaksanakan secara nasional. Pada 2026, cakupannya mencapai 83,5 persen.
Mengapa Anak Laki-laki Juga Perlu Vaksin HPV?Selama ini, vaksin HPV lebih sering dikenal sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada perempuan. Padahal, infeksi HPV juga dapat menyebabkan beberapa jenis kanker pada laki-laki, seperti kanker penis, kanker anus, dan kanker orofaring atau bagian tengah tenggorokan.
Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI), Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, menjelaskan bahwa infeksi HPV dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa menunjukkan gejala.
Karena itu, vaksin HPV sebaiknya diberikan sejak anak memasuki masa pubertas, sekitar usia 9–12 tahun. Pemberian vaksin sejak dini diharapkan dapat memberikan perlindungan sebelum anak berisiko terinfeksi HPV.
Dengan adanya rencana perluasan ini, semakin banyak anak laki-laki diharapkan bisa mendapatkan perlindungan dari infeksi HPV sejak dini.





