Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang terus berlangsung, ketersediaan darah menjadi salah satu aspek penting yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Berbeda dengan kebutuhan medis lainnya, darah untuk transfusi hanya dapat diperoleh melalui donor, sehingga partisipasi masyarakat memegang peran penting dalam pemenuhannya.
Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal suatu negara mencapai sekitar 2% dari total populasi. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, kebutuhan darah nasional diperkirakan mencapai 5,6 juta kantong per tahun. Besarnya kebutuhan tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pemenuhan kebutuhan darah nasional.
Menjawab kebutuhan tersebut, Bank Mandiri bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan sejumlah fasilitas kesehatan kembali menyelenggarakan Mandiri Donor Darah periode VII secara serentak di 12 Region pada 2 November 2026. Mengusung tema Wujudkan Sejuta Harapan, kegiatan ini mengajak Mandirian, nasabah, dan masyarakat untuk berkontribusi melalui aksi donor darah bagi sesama.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, sejak pertama kali dilaksanakan pada April 2026, Mandiri Donor Darah telah menghimpun lebih dari 27.000 kantong darah. Capaian tersebut merupakan hasil partisipasi pegawai Bank Mandiri, nasabah, dan masyarakat, dengan dukungan PMI serta berbagai fasilitas kesehatan
"Setiap langkah donor darah memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Kami mengajak Mandirian, nasabah, dan masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam Mandiri Donor Darah, karena kontribusi setiap pendonor dapat membantu menyediakan darah bagi pasien yang memerlukannya," ujar Andhika dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Pelaksanaan secara serentak di 12 Wilayah Operasional menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri memperluas jangkauan kegiatan donor darah di berbagai wilayah Indonesia. Dengan melibatkan lebih dari 290 pendonor di setiap wilayah operasional Bank Mandiri, kegiatan ini membuka kesempatan bagi lebih banyak Mandirian, nasabah, dan masyarakat untuk berkontribusi dalam menjaga ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkan.
Dukungan PMI dan fasilitas kesehatan turut berperan dalam memastikan penyelenggaraan kegiatan berjalan dengan baik, mulai dari proses donor hingga pengelolaan darah yang terkumpul.
(rah/rah)




