Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan tidak hanya difokuskan pada pemadaman titik api, tetapi juga misi penyelamatan satwa liar yang terdampak kobaran api. Sejumlah satwa liar dilindungi yang terancam di habitat aslinya berhasil dievakuasi oleh Satgas Karhutla Darat dan kini menjalani pemulihan di Pusat Penyelamatan Satwa Punti Kayu, Palembang.
Penyelamatan satwa tersebut dilakukan melalui penyisiran berkala di kawasan hutan dan lahan gambut yang terbakar. Satwa yang berhasil dievakuasi antara lain kukang dan trenggiling yang ditemukan di kawasan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), serta kucing hutan dan seekor anakan lutung kelabu di Kabupaten Muara Enim.
Komandan Satgas Karhutla Darat Sumsel yang juga Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, mengatakan pihaknya menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan untuk memastikan perawatan medis, pemulihan trauma, hingga kesiapan satwa sebelum dilepasliarkan kembali.
"Kalau kita selamatkan, kita bekerja sama dengan BKSDA untuk menyiapkan mereka supaya mampu kembali ke habitat aslinya. Nanti dokter dan tim ahli yang menganalisis kapan waktu yang tepat. Kalau di pusat konservasi ini mereka dinilai belum siap, tentu tidak akan kita lepas. Kita harus melatih kembali naluri mereka untuk bertahan hidup di alam liar," ujar Brigjen TNI Khabib Mahfud dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Senin, 2 November 2026. Satgas Karhutla Masih Tetap Disiagakan
Kendati sejumlah wilayah di Sumatra Selatan mulai diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, Satgas Karhutla memastikan seluruh personel di posko gabungan masih terus disiagakan di lapangan. Langkah ini guna mengantisipasi kemunculan kembali titik api (hotspot) menyusul kondisi cuaca yang belum sepenuhnya memasuki puncak musim hujan.
Baca Juga :
Satgas Karhutla Jambi Segera Lakukan Modifikasi Cuaca KembaliBerdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan alami yang merata di seluruh wilayah Sumatra Selatan diproyeksikan baru akan berlangsung pada akhir November.
Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa pengakhiran masa siaga karhutla baru akan dilakukan setelah kondisi cuaca benar-benar aman dan curah hujan kembali normal.
"Kesiagaan ini kita pantau dari data BMKG. Akhir November kemungkinan baru turun hujan alami yang merata. Nanti jika hujan normal sudah berjalan, titik api mulai nihil, dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sudah membaik secara konsisten, barulah evaluasi penutupan tugas Satgas Karhutla kita putuskan," ucapnya.




