Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan harga emas dalam dua bulan beruntun hingga September 2026. Dari catatan BPS, harga emas perhiasan di dalam negeri mengalami deflasi 0,70% secara bulanan atau month-to-month (mtm).
Penurunan harga emas perhiasan ini menjadi salah satu penyebab kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,06% pada September 2026. Emas perhiasan memberikan andil deflasi sebesar 0,01%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono memaparkan, penurunan harga emas perhiasan ini sejalan dengan koreksi harga emas dunia dalam perbandingan bulanan atau month-to-month (mtm).
“Deflasinya emas perhiasan 0,01% dan ini sebenarnya sejalan dengan penurunan tadi harga yang emas dunia,” kata Ateng dalam konferensi pers, di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11).
Meski demikian, menurut Ateng, harga emas secara tahunan masih mencatatkan inflasi karena harga pada periode pembanding tahun sebelumnya atau year on year (yoy) relatif lebih rendah.
Ia menjelaskan, pergerakan harga emas di dalam negeri tidak hanya dipengaruhi kondisi global. Ada pula kondisi domestik termasuk dinamika permintaan dan penawaran.




