Heboh Hujan Es di Lampung Barat, BMKG Ungkap Pemicunya

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Fenomena hujan es terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. BMKG Lampung menjelaskan peristiwa itu dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang intens.

Forecaster on Duty BMKG Lampung, Iqbal Arief Pangestu, menjelaskan hujan es terbentuk melalui proses di dalam awan Cumulonimbus. Awan tersebut memiliki arus udara naik atau updraft yang kuat sehingga mampu membawa butiran air ke lapisan atmosfer bersuhu di bawah titik beku.

"Butiran air tersebut kemudian membeku dan mengalami proses di dalam awan hingga akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es," kata Iqbal dilansir detikSumbagsel, Senin (2/11/2026).

Baca juga: Waspada! Potensi Banjir Pesisir 2-17 November, Ini Daftar Daerahnya

Dia mengatakan proses terbentuknya hujan es tidak terlepas dari kondisi atmosfer yang tidak stabil. Ketersediaan uap air serta faktor lokal, termasuk topografi wilayah Lampung Barat, juga dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif dengan intensitas kuat.

Fenomena tersebut terjadi di Kecamatan Balik Bukit pada Minggu (1/11) sore pukul 15.21 WIB. Hujan es berukuran sebesar kelereng turun bersamaan dengan hujan deras, angin kencang, dan petir.

Dandim 0422/Lampung Barat Letkol Inf Rizky Kurniawan menyebut sedikitnya enam wilayah terdampak fenomena tersebut. Keenamnya yakni Pekon Watas, Gunungsugih, Padang Dalom, Padang Hanakau, Kelurahan Waymengaku, dan Kelurahan Pasar Liwa.

Baca juga: Terdakwa Kasus Bea Cukai Ngaku Pernah Dihubungi, Ahmad Dhani Beri Penjelasan

Hujan es berlangsung sekitar 10-15 menit. Butiran es yang berjatuhan di halaman dan jalanan membuat warga terkejut hingga sejumlah orang keluar rumah untuk menyaksikan fenomena tersebut.

Baca selengkapnya di sini




(ygs/dwr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat ke 5.456-5.564
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Gejolak Internal PPP, Mardiono Copot Sekjen-Waketum
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Mitsubishi Grandis Masih Diminati, Ini Alasan Pemilik Enggan Ganti Mobil
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Hiu Paus Berulang Kali Terdampar, Ada Apa dengan Perairan Indonesia?
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
OMED Raup Penjualan Rp1,85 Triliun hingga Kuartal III-2026, Target Dinaikkan
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.