Kementan Dorong Peremajaan Tebu di Klaten untuk Bangkitkan Kejayaan Industri Gula dan Perkuat Swasembada Nasional

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peningkatan produktivitas perkebunan tebu di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, melalui program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu untuk mengembalikan kejayaan daerah tersebut sebagai salah satu sentra produksi gula nasional.

Program tersebut menjadi langkah pemerintah untuk mengatasi penurunan produktivitas tanaman tebu sekaligus meningkatkan kualitas bahan baku yang dibutuhkan industri pengolahan gula.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, menyampaikan bahwa Klaten memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat industri pergulaan di Indonesia.

Menurut Heru, Kabupaten Klaten pernah menjadi salah satu daerah penghasil gula terbesar di Indonesia dengan dukungan sembilan pabrik gula yang beroperasi pada masa lalu.

Namun, perkembangan industri gula di wilayah tersebut mengalami kemunduran seiring berjalannya waktu sehingga diperlukan upaya untuk memperkuat kembali produktivitas perkebunan tebu.

"Dahulu, di Klaten terdapat sembilan pabrik gula dan wilayah ini pernah menjadi salah satu pusat produksi gula terbesar di Indonesia, tetapi seiring berjalannya waktu kejayaan tersebut perlahan memudar," ujar Heru dalam keterangan melalui rilis PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Senin.

Kementan Jalankan Program Bongkar Ratoon untuk Tingkatkan Produktivitas Tebu

Kementerian Pertanian mendorong pelaksanaan program bongkar ratoon sebagai salah satu strategi memperbaiki kondisi perkebunan tebu yang mengalami penurunan produktivitas.

Program bongkar ratoon merupakan kegiatan peremajaan tanaman dengan membongkar tebu lama yang kemampuan produksinya telah menurun, kemudian menggantinya dengan tanaman baru.

Peremajaan tersebut diperlukan karena tanaman tebu yang telah melewati beberapa siklus pertumbuhan dapat mengalami penurunan kemampuan menghasilkan panen secara optimal.

Melalui penggantian tanaman lama, pemerintah berharap produktivitas perkebunan tebu dapat kembali meningkat dengan penggunaan tanaman baru yang memiliki potensi hasil lebih tinggi.

Selain meningkatkan jumlah produksi tebu, program tersebut juga diarahkan untuk memperbaiki rendemen gula atau persentase gula yang dapat dihasilkan dari tebu setelah melalui proses pengolahan.

Peningkatan rendemen menjadi salah satu sasaran penting karena kualitas tanaman dan kandungan gula dalam batang tebu berpengaruh terhadap hasil produksi di tingkat pabrik.

Dengan produktivitas dan rendemen yang lebih baik, pasokan bahan baku bagi industri gula diharapkan meningkat, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

Heru menegaskan bahwa keberhasilan program bongkar ratoon membutuhkan dukungan dan kerja sama antara pemerintah, perusahaan industri gula, petani, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Melalui program bongkar ratoon, kita dorong peningkatan produktivitas tebu, peremajaan tanaman, serta penguatan peran petani. Kami berharap sinergi antara pemerintah, SGN, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadi momentum kebangkitan industri gula di Klaten," tegas Heru.

SGN Tekankan Penguatan Perkebunan Tebu sebagai Fondasi Industri Gula Nasional

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menekankan pentingnya penguatan sektor hulu perkebunan tebu sebagai fondasi untuk membangun industri gula nasional yang lebih produktif dan berdaya saing.

Menurut Mahmudi, kualitas bahan baku dari perkebunan sangat menentukan hasil produksi gula sehingga peningkatan kinerja industri tidak dapat hanya berfokus pada proses pengolahan di pabrik.

Perbaikan produktivitas tebu perlu dilakukan sejak tahap budidaya agar bahan baku yang masuk ke pabrik memiliki kualitas sesuai kebutuhan produksi.

SGN mendorong peningkatan produktivitas perkebunan secara terintegrasi melalui peremajaan tanaman, penggunaan varietas unggul, penerapan teknik budidaya yang lebih baik, serta pendampingan kepada petani.

Penggunaan varietas tebu unggul menjadi salah satu langkah penting karena karakteristik bibit dan tanaman berpengaruh terhadap potensi hasil panen serta kandungan gula.

Selain pemilihan varietas, penerapan teknik budidaya yang tepat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil produksi perkebunan.

Pendampingan kepada petani juga menjadi bagian dari strategi penguatan sektor hulu agar kegiatan peremajaan tanaman dan perbaikan praktik budidaya dapat berjalan lebih efektif.

Melalui langkah tersebut, SGN berharap peningkatan produktivitas tebu dapat dilakukan secara berkelanjutan sekaligus mendukung kebutuhan bahan baku industri gula nasional.

Kementan dan SGN Dorong Kemitraan dengan Petani Tebu Klaten

Kementerian Pertanian menempatkan penguatan peran petani sebagai salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program bongkar ratoon di Kabupaten Klaten.

Petani memiliki peran utama dalam kegiatan budidaya dan penyediaan bahan baku tebu sehingga keberhasilan peremajaan tanaman bergantung pada keterlibatan mereka dalam pelaksanaan program.

Heru berharap kerja sama antara Kementerian Pertanian, PT Sinergi Gula Nusantara, dan kelompok petani dapat mempercepat penggantian tanaman tebu yang produktivitasnya telah menurun.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi perkebunan sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.

Sementara itu, SGN mendorong penguatan kemitraan antara petani dan industri gula untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku bagi pabrik.

Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kerja sama dalam rantai produksi gula, mulai dari kegiatan perkebunan hingga pengolahan hasil panen.

Selain mendukung penyediaan bahan baku, penguatan kemitraan diharapkan dapat membantu petani menerapkan praktik budidaya yang lebih baik melalui pendampingan dan kerja sama dengan pihak industri.

Peremajaan Tebu di Klaten Diharapkan Dukung Swasembada Gula Nasional

Program bongkar ratoon di Kabupaten Klaten menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat produksi bahan baku gula dalam negeri untuk mendukung target swasembada gula nasional.

Peningkatan produktivitas perkebunan tebu diharapkan dapat membantu memperkuat pasokan bahan baku bagi pabrik gula melalui penyediaan tanaman dengan kualitas dan potensi rendemen lebih tinggi.

Pemerintah juga berupaya mendorong pemulihan peran Klaten sebagai salah satu daerah yang memiliki sejarah penting dalam perkembangan industri pergulaan Indonesia.

Keberadaan sembilan pabrik gula pada masa lalu menjadi gambaran besarnya peran Klaten dalam mendukung produksi gula nasional sebelum industri tersebut mengalami kemunduran.

Melalui peremajaan tanaman dan penguatan sektor hulu, Kementerian Pertanian berharap kemampuan produksi tebu di Klaten dapat meningkat secara bertahap.

Peningkatan tersebut juga diharapkan dapat mendukung industri pengolahan gula dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dari produksi perkebunan dalam negeri.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, SGN, petani, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan kembali industri gula di Klaten sekaligus memperkuat langkah menuju swasembada gula nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mitsubishi Grandis Punya Penyakit Khas, Waspadai Sistem Pendingin
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Kapolri Haramkan Penggunaan Vape bagi Seluruh Personel
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
Juara di Wina, Alcaraz  sempurnakan catatan ATP 500 musim ini
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
BEI Kaji Insentif Pajak Emiten, Evaluasi Pengurangan PPh Badan 3 Persen
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ashanty Sebut Pernikahan Azriel Hermansyah-Sarah Menzel, Bakal Digelar di Bali dan Jakarta
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.