Wajah Kehilangan Elastisitas dan Muncul Garis Halus, Kenali Peran Kolagen bagi Kulit

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Kulit mulai kendur, garis halus semakin terlihat, hingga elastisitas wajah yang berkurang menjadi sejumlah perubahan yang kerap muncul seiring bertambahnya usia. Kondisi ini berkaitan dengan penurunan produksi kolagen alami tubuh, protein yang berperan penting dalam menjaga kekuatan, struktur, dan kekenyalan kulit.

Perubahan tersebut membuat banyak orang mulai mencari perawatan yang tidak hanya memberikan efek segar dalam waktu singkat, tetapi juga membantu menjaga kualitas kulit dalam jangka panjang. Salah satu pendekatan yang semakin mendapat perhatian di dunia estetika medis adalah collagen biostimulator.

Baca Juga :
Ingin Kulit Tetap Kencang saat Menua? Jangan Hanya Fokus pada Kerutan
Ingin Kulit Lebih Kencang Tanpa Operasi? Kenali Dulu Bahan PLLA dalam Perawatan Injeksi

Tren ini turut mengubah cara pandang terhadap perawatan kecantikan. Jika sebelumnya hasil instan kerap menjadi pertimbangan utama, kini sebagian orang mulai melihat prosedur estetika sebagai investasi jangka panjang. Nilainya tidak hanya diukur dari perubahan penampilan sesaat, tetapi juga pengalaman selama menjalani prosedur dan hasil yang diharapkan secara bertahap.

Kolagen sendiri merupakan protein struktural yang membantu menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dapat menurun sehingga kulit mengalami perubahan, termasuk berkurangnya kekencangan dan munculnya kerutan.

Untuk membantu mengatasi perubahan tersebut, sejumlah prosedur estetika dikembangkan guna merangsang pembentukan kolagen baru. Salah satunya menggunakan bahan Poly-L-Lactic Acid (PLLA), yang bekerja dengan merangsang respons alami tubuh dalam memproduksi kolagen.

Mengenal Perawatan Collagen Biostimulator

Collagen biostimulator berbeda dari perawatan yang hanya berfokus pada perubahan volume secara langsung. Prosedur ini bertujuan merangsang aktivitas sel pembentuk kolagen atau fibroblas sehingga kualitas dan struktur kulit dapat mengalami perubahan secara bertahap.

Dalam penggunaannya, terdapat sejumlah teknologi PLLA dengan karakteristik partikel dan pendekatan aplikasi yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi distribusi bahan di jaringan serta protokol perawatan setelah tindakan.

Pada PLLA konvensional, karakteristik partikel dan teknik penyuntikan menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Pemijatan setelah prosedur, misalnya, dapat menjadi bagian dari protokol perawatan untuk membantu distribusi bahan sesuai petunjuk produk dan dokter.

Sementara itu, teknologi PLLA generasi lebih baru mengembangkan karakteristik partikel yang lebih seragam. Salah satu produk yang diperkenalkan dalam kategori ini adalah Julaine(TM), yang menggunakan teknologi PLLA microsphere.

Baca Juga :
Jangan Tunggu Kulit Mulai Kendur, Dokter Ungkap Mengapa Kolagen Perlu Diperhatikan Sejak Usia 30-an
Sering Dianggap Tak Sehat, Dua Bagian Ayam Ini Justru Bermanfaat untuk Otak dan Jantung
Jaga Elastisitas Kulit, Kolagen akan Lebih Maksimal Jika Dikombinasikan dengan Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPDP dan Gapki Dorong Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat, Dana Rp12,48 Triliun Telah Disalurkan untuk 196 Ribu Pekebun
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Kapolrestabes Surabaya soal 7 Anggota Satresnarkoba Dimutasi: Ada Pelanggaran SOP
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sebut Gibran Tak Bisa Dibiarkan, Doli Golkar Dorong Pimpinan Parpol Segera Bertemu
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Jadwal Pemadaman Listrik di Makassar Hari Ini Senin 2 November 2026, Berlangsung Pagi hingga Tengah Malam
• 20 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.