Jakarta, VIVA - Tingginya populasi sepeda motor di Indonesia tidak serta-merta membuat peluang pertumbuhan pasar kendaraan roda dua menjadi terbatas. Industri masih melihat potensi penjualan dari dua kelompok konsumen, yakni pembeli motor pertama dan masyarakat yang ingin mengganti kendaraan lamanya.
Kedua segmen tersebut menjadi perhatian produsen untuk menjaga permintaan sepeda motor di tengah pasar yang semakin matang. Strategi ini juga dinilai penting karena penjualan tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan jumlah konsumen baru.
Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Yosef Utama, menjelaskan bahwa perhitungan potensi pasar sepeda motor perlu mempertimbangkan usia kendaraan dan siklus pergantian konsumen.
Menurutnya, sepeda motor memiliki masa penggunaan tertentu. Setelah beberapa tahun, pemilik biasanya mulai mempertimbangkan untuk mengganti kendaraannya dengan unit baru.
"Cycle gantinya itu sekitar 4 sampai 5 tahun orang berganti motor," ujar Yosef di Jakarta belum lama ini.
Dia mengatakan, industri membidik dua kelompok utama untuk menjaga penjualan. Pertama adalah konsumen yang melakukan penggantian kendaraan atau replacement market. Kedua, masyarakat yang baru pertama kali membeli sepeda motor atau first entry.
"Jadi dua segmen ini, replacement, utamanya replacement, dan juga new entrance itu yang kita bidik," katanya.
Untuk pasar penggantian kendaraan, produsen memiliki peluang menawarkan model terbaru kepada konsumen yang sudah menggunakan sepeda motor selama beberapa tahun. Kehadiran teknologi, fitur, desain, serta efisiensi yang lebih baik diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan pembelian ulang.
Sementara itu, segmen pembeli pertama masih memiliki peluang seiring pertumbuhan populasi penduduk dan kebutuhan mobilitas masyarakat. Sepeda motor masih menjadi salah satu pilihan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan sarana transportasi pribadi.
Meski demikian, mempertahankan minat konsumen bukan perkara mudah. Setiap merek harus mampu menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pasar.
Yosef mengatakan, persaingan antarprodusen mendorong masing-masing merek untuk terus menawarkan sepeda motor yang menarik dan memiliki karakter sesuai kebutuhan konsumennya.
"Selalu menyajikan motor-motor yang menarik dan atraktif, yang diminati dan sesuai dengan kebutuhan, solusi mobilitas konsumen. Dari tiap-tiap brand ini berlomba-lomba untuk menyajikan itu," ujarnya.





