LAZISMU dan Ruang Amal Indonesia Berdayakan 100 Mustahik Melalui Pelatihan Siap Kerja

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) bekerja sama dengan Ruang Amal Indonesia menggelar program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pelatihan Siap Kerja” bagi 100 mustahik dari Kabupaten Batang.

Kegiatan yang berlangsung di KEK Industropolis Batang ini dilaksanakan pada 2–7 November 2026.

BACA JUGA: Tren Adopsi AI Meningkat, Mahasiswa Dibekali Pelatihan Digital

Selama enam hari, para peserta akan mengikuti pelatihan menjahit dengan skema operator sewing garmen, pelatihan menganyam, pembekalan soft skill, serta pendampingan penempatan kerja di perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan KEK Industropolis Batang.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Ruang Amal Indonesia Caswiyono Rusydie Cw menyampaikan Program Amal Vokasi yang berkolaborasi dengan LAZISMU merupakan program pemberdayaan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi mustahik.

BACA JUGA: Ibas Dorong Atlet Daerah Ikuti Program Karier dan Pelatihan Kerja Setelah Pensiun

Program ini mengintegrasikan pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, hingga fasilitasi penempatan kerja.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU Ninik Annisa menegaskan bahwa program pemberdayaan menjadi salah satu upaya mendorong transformasi mustahik agar mampu meningkatkan kesejahteraan dan mandiri secara ekonomi.

BACA JUGA: BLK Terus Berkolaborasi dengan Industri Perkuat Pelatihan Kerja

Lebih jauh, para penerima manfaat diharapkan dapat bertransformasi menjadi pihak yang turut berbagi dan membantu sesama.

Mewakili Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Desa Tri Haryanto menyampaikan bahwa keberhasilan program pelatihan kerja tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang dilatih.

Menurutnya, indikator utama keberhasilan adalah seberapa banyak peserta yang berhasil bekerja dan mampu bertahan dalam pekerjaannya setelah penempatan.

"Tantangan ketenagakerjaan kita bukan semata soal ada atau tidaknya lowongan, melainkan juga soal jarak antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dan keterampilan yang dicari industri,” ujar Deputi Abdul Haris dalam sambutan yang disampaikan oleh Asisten Deputi Tri Haryanto.

Tantangan tersebut tercermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,65 persen atau sebanyak 7,22 juta orang dari total 155,41 juta angkatan kerja nasional.

Sementara itu, TPT Kabupaten Batang pada 2025 tercatat sebesar 5,07 persen atau sekitar 26 ribu orang.

Abdul Haris mengapresiasi Ruang Amal Indonesia dan LAZISMU atas penyelenggaraan Program Amal Vokasi.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan lembaga amil zakat tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mempersiapkan penerima manfaat agar memiliki keterampilan dan mampu memasuki dunia kerja.

"Semoga setiap jahitan yang kalian pelajari pekan ini menjadi jahitan masa depan yang kuat bagi keluarga kalian, bagi Kabupaten Batang, dan bagi Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Project Director PMO Vocational Development KEK Industropolis Batang Galih Priyo Anggoro menyampaikan bahwa peluang kerja di kawasan KEK Industropolis Batang masih terbuka lebar seiring dengan terus masuknya investasi ke kawasan industri tersebut.

Namun, dia menegaskan bahwa peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sementara itu, CEO Ruang Amal Indonesia Slamet Tuharie dan Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian LAZISMU Ardi Lutfi Kautsar yakin bahwa untuk target minimal 90 persen penyerapan peserta pelatihan ke dunia industri dapat tercapai.

“Insyaallah, kami memasang target 90 persen peserta bisa diterima kerja,” ujar Ardi Luthfi Kautsar.

Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Ballroom KEK Industropolis Batang ini dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemenko PM RI Tri Haryanto, Wakil Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU Ninik Annisa, Ketua Yayasan Ruang Amal Indonesia Caswiyono Rusydie Cw.

Hadir juga Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian LAZISMU Ardi Lutfi Kautsar, CEO Ruang Amal Indonesia Slamet Tuharie, Project Director PMO Vocational Development KEK Industropolis Batang Galih Priyo Anggoro; serta perwakilan industri dari PT JJD Outdoor Products dan PT Widehero Toy Indonesia.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Festival Dalang Anak 2026 Jadi Ruang Unjuk Bakat Generasi Muda
• 31 menit lalukumparan.com
thumb
Sashenka Cahaya Fatimah Raih Perunggu Judo di Youth Olympic Games Dakar 2026, Cetak Sejarah untuk Indonesia
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Korsel Selidiki Kebocoran Data Paspor, Termasuk Milik Presiden Lee
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tidak Ada Kabar Baik dari Istana Hari Ini
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
BPS perkirakan produksi beras di Jateng pada 2026 capai 5,14 juta ton
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.