MBG Habiskan Anggaran Rp165 Triliun, 1,03 Juta Tenaga Kerja Terserap

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatatkan realisasi anggaran sebesar Rp165 triliun sepanjang 2026. Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengklaim program tersebut telah menyerap sebanyak 1,03 juta tenaga kerja aktif dari berbagai daerah di Indonesia.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan peningkatan penyerapan anggaran berjalan seiring dengan meluasnya jangkauan program pemenuhan gizi nasional. Saat ini, MBG telah menjangkau lebih dari 58 juta penerima manfaat yang terdiri atas anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

"Makan Bergizi Gratis dimulai pada Januari 2025 dengan 190 dapur yang melayani 570.000 penerima manfaat. Kini, lebih dari 58 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menerima Makan Bergizi Gratis," kata Tysa dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

Di tengah besarnya anggaran yang terserap, BGN menyatakan tetap melakukan efisiensi dan menjaga disiplin fiskal. Lembaga tersebut mengklaim telah mengembalikan dana sisa sebesar Rp44 triliun ke kas negara.

Dari sisi operasional, sebanyak 26.723 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terverifikasi dari total target 27.485 dapur. Keberadaan fasilitas tersebut turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi operasional.

Selain menyerap tenaga kerja, program MBG juga melibatkan 80.315 pemasok lokal. Sebanyak 82,83 persen dari total pemasok tersebut merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Keterlibatan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperluas dampak ekonomi program, terutama bagi pedagang, petani, peternak, dan UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok bahan pangan.

Baca Juga: Hak Angket Tak Relevan Lagi, Golkar Desak Ketum Parpol Segera Duduk Bersama Bahas Ijazah Gibran

Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, BGN juga berupaya meningkatkan kualitas penyajian makanan melalui penerapan sistem prasmanan.

Kepala BGN Sudaryono menargetkan sebanyak 5.000 hingga 10.000 SPPG dapat menerapkan metode tersebut hingga akhir 2026.

Menurut Sudaryono, sistem prasmanan diharapkan mampu mengurangi risiko keracunan makanan, mencegah kerusakan kualitas hidangan, serta memastikan makanan yang dikonsumsi siswa tetap hangat dan higienis.

“Target saya adalah sampai dengan akhir tahun, untuk mengurangi keracunan, makanan-makanan rusak, gangguan kesehatan, dan paling diminati oleh siswa ini, maka kami berharap sampai dengan akhir tahun, kita bisa mengimplementasikan MBG Prasmanan ini di 5.000 sampai dengan 10.000 dapur yang sudah bisa mengimplementasikan ini,” ujar Sudaryono.

Sementara itu, Tysa mengingatkan pihak sekolah dan orang tua agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan anak setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Apabila ditemukan gejala medis setelah mengonsumsi makanan, keluarga diminta segera membawa anak ke puskesmas terdekat dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah agar dapat ditangani dengan cepat.

Dengan realisasi anggaran yang mencapai Rp165 triliun, BGN dihadapkan pada upaya menjaga efektivitas penggunaan dana sekaligus memastikan kualitas makanan, keamanan pangan, dan ketepatan sasaran program MBG.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolres Sukoharjo Hingga Kasat Reskrim Dinonaktifkan Buntut Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Sidak Koperasi Merah Putih di Cakung, KSP Listyo Pastikan Gerai Obat Tersedia
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Banjir Terjang 3 Provinsi di Sumatera, Ribuan Warga Terdampak
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Tanah Terkikis di Jalur Rel di Jember Ganggu Lima Perjalanan Kereta Api
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Personel Polres Kediri Kota Dipecat Tidak Hormat, Terlibat Kasus Narkotika
• 19 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.