Jaga Stabilitas Harga Bapokting, Satgas Pangan Polres Pasuruan Sidak Pasar Bangil dan Pandaan

beritajatim.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pasuruan (beritajatim.com) – Tim Satgas Pangan Polres Pasuruan bersama instansi terkait melangsungkan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan dan harga bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Bangil dan Pasar Pandaan pada Selasa (3/11/2026). Pengecekan lapangan ini digelar guna memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat Kabupaten Pasuruan tetap aman serta harganya terkendali.

Sidak gabungan tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Daerah, Bulog, Diskoperindag, hingga Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan. Rombongan menyisir langsung toko dan lapak pedagang untuk memeriksa perkembangan harga serta kondisi mutu komoditas di tingkat pasaran.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan koordinasi lintas instansi dalam rangka memantau ketersediaan pasokan serta perkembangan harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kami berharap seluruh pedagang tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan penimbunan,” kata Wakapolres Pasuruan, Kompol Andy Purnomo.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Bangil, harga beras SPHP tercatat Rp12.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp45.000, cabai merah besar Rp35.000, cabai rawit hijau Rp36.000, dan cabai rawit merah Rp55.000 per kilogram. Untuk komoditas hewani, daging sapi dijual Rp135.000, daging ayam Rp35.000, serta telur ayam ras Rp22.700 per kilogram.

Sementara pemantauan di Pasar Pandaan mencatat beras SPHP seharga Rp12.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp40.000, cabai merah besar Rp35.000, cabai rawit hijau Rp36.000, dan cabai rawit merah Rp59.000 per kilogram. Adapun harga daging sapi di Pasar Pandaan dijual Rp140.000, daging ayam Rp35.000, serta telur Rp22.500 per kilogram.

“Hasilnya alhamdulillah untuk ketersediaan bapokting aman, untuk harga relatif stabil, ya. Terus kondisi mutunya pun juga sesuai, saat ini belum ada temuan penyimpangan baik terhadap mutu atau penjualan di atas HET dari hasil sidak kita,” kata Kasat Reskrim melalui Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro.

Eko menegaskan pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi bagi spekulan yang nekat menjual barang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun melakukan penyimpangan pasokan. Langkah tegas dipastikan langsung diterapkan apabila ditemukan praktik penyelewengan yang merugikan masyarakat luas.

Pihak Satgas Pangan juga meminta Bulog untuk mempercepat penyaluran pasokan beras SPHP ke pedagang pasca-kegiatan verifikasi. Langkah percepatan distribusi tersebut penting dilakukan agar ketersediaan stok di pasaran tetap melimpah dan harga tidak melonjak.

“Jangan sampai ada penyimpangan atau pelanggaran penjualan di atas HET, karena kita enggak segan-segan dan pasti keras melakukan tindakan. Kalau ada tindakan penyimpangan seperti pengoplosan atau repacking beras SPHP, kami bersama stakeholder akan lakukan tindakan tegas tanpa toleransi,” tegas Eko. (ada/aje)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jateng salurkan 1.507 alsintan dukung modernisasi pertanian
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Direktur Voxpol Bicara Kedaulatan Ekonomi-Politik Pemerintahan Prabowo
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Bos NET89 Divonis 15 Tahun tapi Masih Buron, Bareskrim Kejar Aset Lewat Berkas Korporasi
• 1 menit lalukumparan.com
thumb
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Pembentukan Satgas MBG 100 Persen di Maluku, Maluku Utara, dan Tanah Papua
• 22 jam laludisway.id
thumb
Inflasi Tahunan Tembus 3,23 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos Amankan Daya Beli
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.