JAKARTA— Tulisan ini merupakan tanggapan atas pernyataan Menteri Kesehatan Amerika Serikat Robert F Kennedy Jr yang mengklaim secara keliru bahwa masyarakat Arab-Muslim pada era modern tidak lagi menghasilkan karya ilmiah dan sastra sebagaimana pada masa lalu, serta tidak lagi meraih penghargaan bergengsi. Pernyataan tersebut memicu gelombang kritik dan reaksi keras dari berbagai kalangan.
Terus terang, klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Pernyataan itu justru mencerminkan ketidaktahuan mendalam terhadap sejarah peradaban dan kontribusi berbagai bangsa dalam memajukan umat manusia.
Baca Juga
Peringatan Rasulullah SAW untuk Penyerobot Tanah, Perilaku Dianggap Sepele Padahal Berbahaya
Harta dan Nasib 8 Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan
Sebaik-Baik Manusia Menurut Rasulullah SAW, Mereka Turut Membuat Islam Tetap Bertahan
Sejak awal, perlu ditegaskan bahwa tanggapan terhadap klaim Kennedy Jr. ini tidak akan disampaikan secara emosional dengan sekadar membela bangsa Arab dan umat Islam.
Sebaliknya, tulisan ini akan bertolak dari perspektif sejarah, ilmiah, dan filosofis untuk mengungkap kelemahan logika yang digunakannya, sekaligus menunjukkan betapa dangkal pemikiran dan rasis pandangannya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Cara berpikirnya juga mencerminkan mentalitas orientalis yang membenci bangsa Arab, umat Islam, dan peradaban Arab-Islam, sebagaimana dilakukan sejumlah orientalis Barat yang turut membuka jalan bagi kolonialisme Eropa di wilayah Timur.
Para orientalis tersebut dahulu beranggapan bahwa masyarakat Timur tidak mampu mengatur dirinya sendiri dan secara intelektual tidak sanggup menghasilkan ilmu pengetahuan, filsafat, sastra, maupun pemikiran.
Ilmuwan Inggris, Isaac Newton, pernah mengatakan bahwa dirinya dapat menemukan hukum-hukum besar karena berdiri di atas pundak para ilmuwan besar yang mendahuluinya.
Pada beberapa periode Abad Pertengahan, sejumlah wilayah Eropa bahkan mengalami ketertinggalan besar dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan pusat-pusat keilmuan utama di dunia Islam.
Karena itu, kita perlu mengajukan satu pertanyaan untuk memahami secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan dan intelektualitas suatu bangsa pada periode tertentu: Mengapa pengetahuan berkembang pesat di masyarakat tertentu pada masa-masa tertentu dalam sejarah, tetapi mengalami kemunduran pada masa yang lain?
Menteri Amerika Serikat yang semestinya lebih dahulu memperhatikan kesehatan fisik masyarakatnya justru melontarkan pernyataan dan klaim yang tidak benar.