Petualang Inggris Pulang ke Rumah usai 28 Tahun Berjalan Kaki Keliling Dunia

okezone.com
1 jam lalu
Cover Berita

HULL - Momen mengharukan terlihat saat petualang Inggris, Karl Bushby, bertemu kembali dengan ibu dan keluarganya setelah pulang dari perjalanan melintasi empat benua yang ia lakukan dengan berjalan kaki. Perjalanan sejauh 50.000 kilometer itu ditempuh Bushby selama hampir tiga dekade, tepatnya 28 tahun.

Bushby telah menembus hutan rimba di Amerika Tengah, melintasi hamparan es antara Alaska dan Rusia, serta bulan lalu berenang menyeberangi Selat Inggris sebagai bagian terakhir dari perjalanan yang ia tempuh sepenuhnya dengan kekuatan fisiknya sendiri.

Ratusan pendukung yang bersorak-sorai menyambut pria berusia 57 tahun itu di alun-alun kota asalnya, Hull, pada Senin (2/11/2026) pagi.

Baca Juga :
Setengah Abad Keliling Dunia, Nenek 79 Tahun Sukses Jelajahi 193 Negara

"Setelah 28 tahun, tidak ada lagi yang bisa saya harapkan selain momen ini," ujarnya kepada kerumunan, sebagaimana dilansir TRT. Bushby kemudian melanjutkan langkah dengan membawa sedikit barang miliknya di atas kereta dorong.

"Sampai jumpa lagi," tambahnya. Ia kemudian bergegas menuju rumah keluarganya, tempat sang ibu, putranya yang berusia 36 tahun, dan cucu perempuannya yang berusia 12 tahun telah menanti.

Di usia dua puluhan, Bushby pernah bertugas di Resimen Parasut Angkatan Darat Inggris.

Baca Juga :
Keliling Dunia 22 Tahun dengan Mobil Antik, Kini Keluarga Ini Pulang Kampung

Setelah pernikahannya kandas, ia menarik sebuah garis di peta dunia dan memulai perjalanannya. Ia terinspirasi oleh sang ayah, yang pernah bertanya-tanya apakah mungkin untuk berjalan kaki dari London ke New York.

Berbekal sebuah tenda, uang beberapa ratus dolar, dan kamera plastik murah, ia memulai perjalanannya dari Chili, bergerak ke utara melintasi benua Amerika, menyeberang dari Alaska ke Rusia, Mongolia, dan Tiongkok, lalu kembali melalui Eropa setelah berenang menyeberangi Laut Kaspia.

"Terkadang, kebosanan yang muncul sungguh luar biasa. Saat berada di gurun, pemandangan tidak berubah selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Hal itu bisa membuat pikiran terasa kacau. Begitu pula saat berada di Arktik," ungkapnya kepada kantor berita Reuters tahun lalu.

Perjalanan molor selama 18 tahun

Awalnya, ia memperkirakan akan menghabiskan waktu sekitar 10 tahun dalam perjalanan, namun ia tidak mengantisipasi berbagai rintangan yang akan dihadapinya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polemik Ijazah Gibran, GPM Dorong DPR Bikin Pansus
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Ole Romeny Terancam Absen Lawan Yordania, Kapan Bisa Kembali ke Timnas Indonesia?
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Banjir Rendam Ratusan Rumah dan 24 Sekolah di Aceh Barat
• 20 jam laludetik.com
thumb
PT Makassar Membangun Indonesia Bidik Optimalisasi Aset Daerah
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Banjir Melanda Aceh dan Lumajang, Pakar Kebencanaan UGM Imbau Warga Siaga Bencana di Musim Hujan
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.