Jakarta, tvOnenews.com – Musim kemarau tak hanya menghadirkan teriknya matahari. Bagi sebagian masyarakat, kemarau berarti sumur yang mulai mengering, sumber air yang semakin jauh dijangkau, dan aktivitas sehari-hari yang harus dilakukan dengan keterbatasan.
Ketika air bersih tidak lagi mudah didapatkan, memasak, mencuci, hingga menjaga kebersihan keluarga menjadi tantangan.
Satu hal sederhana menjadi sangat berarti di tengah kondisi tersebut, yakni ketersediaan air bersih.
Bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus memperluas kepeduliannya melalui berbagai kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Melalui PNM Peduli, perusahaan menghadirkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, sekaligus mendukung penyediaan sarana air bersih dan sanitasi di sejumlah wilayah.
Upaya tersebut telah menjangkau masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Berdasarkan rekapitulasi kegiatan TJSL, PNM tercatat menyalurkan 427.500 liter air bersih dengan penerima manfaat mencapai 5.379 orang.
Dukungan ini tersebar melalui 17 cabang di 11 provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, hingga Sulawesi Barat.
Kehadiran PNM tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran air bersih ketika masyarakat menghadapi kekeringan.
Dukungan juga diberikan melalui penyediaan sarana penunjang seperti penampungan air, sumur, dan fasilitas sanitasi di sejumlah wilayah.
Dengan demikian, kepedulian yang dihadirkan tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga diharapkan dapat mendukung akses air bersih masyarakat secara lebih berkelanjutan.
Direktur Utama PT PNM (Persero), Kindaris, mengatakan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian penting dari pemberdayaan yang dijalankan PNM.
“Air bersih mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika sulit didapat, seluruh aktivitas kehidupan ikut terdampak. Kami percaya pemberdayaan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, PNM ingin memastikan kehadiran kami tidak hanya dirasakan dalam pengembangan usaha, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Kindaris.




