MG Motor Indonesia menyudahi penjualan salah satu model elektrifikasi mereka, MG VS Hybrid. SUV jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) itu terleminasi disinyalir karena respons pasar domestik yang kurang maksimal.
"Untuk model hybrid sebelumnya yaitu MG VS saat ini sih sudah tidak ada lagi ya, per tahun ini," buka Head of Marketing MG Indonesia, Harry Kurniawan ditemui di Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (2/11/2026).
MG VS Hybrid pertama kali meluncur di Tanah Air pada Maret 2024 lalu, kala itu menjadi model hibrida pertama pabrikan di dalam negeri. Menemani lini elektrifikasi MG yang sudah ada seperti MG 4 EV dan MG ZS EV.
Dijual dengan banderol Rp 389 juta on the road (OTR) Jakarta, MG VS Hybrid menawarkan kombinasi yang tak biasa dibanding model Hybrid Electric Vehicle (HEV) lain saat itu. Yakni fokus pada keluaran tenaga dari kombinasi mesin bensin dan motor listrik penggerak.
Mengemas teknologi strong hybrid, yang mana selain mesin bensin konvensional 1.500 cc DOHC 4-silinder dengan tenaga 114 dk dan torsi 150 Nm. Juga dipadukan motor listrik penggerak berkekuatan 200 kW dan torsi 70 Nm. Konfigurasi ini hasilkan tenaga 177 dk dan torsi maksimum 200 Nm.
Selama perjalanannya tiga tahun terakhir, MG VS Hybrid tersalurkan dari pabrik ke jaringan diler (wholesales) sebanyak 312 unit sepanjang 2024. Lalu tahun selanjutnya terkirim sebanyak 204 unit, hingga 2026 hanya terjual 11 unit sampai dengan Mei.
Harry menambahkan, pihaknya kini lebih optimistis dengan model terbarunya MG ZS Hybrid+ yang menggunakan teknologi hibrida terbaru. Serta kelengkapan fitur dan harga yang ditawarkan disebutnya lebih baik.
"Boleh dibilang (MG ZS Hybrid Plus) ini teknologi yang baru lagi. Karena kalau dulu yang lama lebih fokus ke performance, kalau ini efisiensi dan quietness dari teknologi hybrid itu juga menjadi highlight," katanya.





