HARIAN.FAJAR.CO.ID, WAJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo kembali memperpanjang penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan. Memasuki tahap kedua, distribusi air bersih tersebut menyasar 10 kecamatan yang masih mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Penyaluran tahap kedua dilakukan menyusul masih tingginya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih. Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wajo, sejumlah wilayah masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi musim kemarau.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Wajo, Warmansyah, mengatakan, pendistribusian tahap kedua diperpanjang hingga 11 November 2026. Keputusan tersebut diambil setelah tim melakukan pemantauan dan asesmen langsung di sejumlah wilayah.
“Hasil asesmen teman-teman Tim Reaksi Cepat (TRC), masih banyak wilayah yang membutuhkan air bersih. Jadi, pendistribusian diperpanjang sampai tanggal 11 November mendatang,” ujarnya kepada FAJAR, Senin (2/11).
Adapun 10 kecamatan yang menjadi sasaran distribusi meliputi Pitumpanua, Keera, Pammana, Tanasitolo, Majauleng, Penrang, Tempe, Sajoangin, Maniangpajo, dan Gilireng.
Hingga saat ini, bantuan air bersih tahap kedua telah menjangkau 90 titik distribusi yang tersebar di 30 desa dan kelurahan pada kecamatan tersebut.
Warmansyah menyebutkan, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 163.000 liter. Bantuan tersebut telah diterima 1.110 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.178 jiwa.
“Penyaluran terus kami lakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan. Kami berharap bantuan ini bisa membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau,” tuturnya.
Jangkau 22 Ribu Jiwa
Sementara itu, Bupati Wajo, Andi Rosman, menyampaikan, penyaluran bantuan air bersih tahap kedua merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.
Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting yang harus mendapat perhatian, terutama ketika sejumlah wilayah mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
“Setetes air merupakan sejuta kehidupan. Kita berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala BPBD Wajo, Andi Hasanuddin, memaparkan capaian distribusi air bersih pada tahap pertama yang berlangsung sejak 10 September hingga 7 Oktober 2026.
Selama periode tersebut, pendistribusian menjangkau 11 kecamatan, 58 desa dan kelurahan, serta 213 titik distribusi.
Total air bersih yang disalurkan pada tahap pertama mencapai 1.750.000 liter. Bantuan tersebut menjangkau 7.067 kepala keluarga atau sekitar 22.044 jiwa.
Dengan kembali diperpanjangnya penyaluran bantuan tahap kedua, Pemkab Wajo melalui BPBD berharap kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak kekeringan dapat terus terpenuhi.
Distribusi juga akan disesuaikan dengan hasil pemantauan dan asesmen petugas di lapangan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (man)





