PM Anwar: Intelijen asing, termasuk Israel, berpotensi ancam Malaysia

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan keberadaan badan intelijen asing, termasuk Israel, yang beroperasi di negara-negara tetangga berpotensi menjadi ancaman bagi Malaysia.

Anwar menyampaikan hal itu di hadapan Parlemen Malaysia pada Selasa saat menjelaskan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi ancaman terhadap negara di tengah perkembangan geopolitik global.

“Ancaman juga mencakup sejumlah badan intelijen asing, termasuk Israel yang beroperasi di negara-negara tetangga serta permukiman Israel di Phuket dan Thailand selatan, yang kemudian dipandang oleh badan intelijen kita sebagai potensi ancaman bagi negara,” kata Anwar.

Dia mengatakan, Malaysia secara umum tengah mengkaji implikasi serangan siber terhadap keamanan nasional, serta dampak serangan terhadap negara-negara Teluk, khususnya Iran, terhadap kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

Menurut Anwar, pada Senin (2/11), Dewan Keamanan Nasional Malaysia menggelar pertemuan khusus untuk mengkaji dampak serangan hibrida, digital, dan siber di berbagai belahan dunia.

Pertemuan itu juga membahas apakah ancaman dan serangan terhadap sejumlah negara Teluk, terutama Iran, dapat berdampak pada penggunaan senjata nuklir.

Anwar mengatakan pemerintah turut mengkaji sejauh mana perkembangan politik di Eropa dapat memengaruhi sistem administrasi nasional Malaysia.

Pemerintah Malaysia juga mencermati langkah sejumlah negara, seperti Uni Eropa, Kanada, dan Jepang, yang mengeluarkan instruksi dan imbauan kepada warga untuk menyiapkan persediaan makanan selama tiga hingga 10 hari guna mengantisipasi situasi global.

Menurut Anwar, langkah tersebut dilakukan terutama setelah serangan siber berskala besar yang merusak infrastruktur digital di Eropa dan negara-negara Barat, termasuk sistem administrasi.

Di Belgia, kata Anwar, serangan siber memaksa Kementerian Keuangan menutup portal pajak nasionalnya sepenuhnya.

Sementara itu, di Denmark, peretas membobol pusat data kependudukan dan membahayakan catatan identitas pribadi hampir sembilan juta orang.

Sedangkan di Amerika Serikat, sistem pengarsipan komisi pemilihan federal terhenti selama 41 jam menjelang pemilihan anggota Senat yang baru.

Adapun di Jepang, serangan siber merambah jaringan pemerintah dan membocorkan catatan pribadi lebih dari 100 ribu petugas polisi, sehingga mengganggu pelaksanaan tugas kepolisian di sejumlah distrik.

“Ini baru sebagian. Kami masih memantau perkembangan lain, termasuk ketegangan konflik di Timur Tengah, perkembangan di Yaman dan Laut Merah, serta ancaman keamanan di Eropa. Semua itu menunjukkan bahwa krisis di luar negeri juga dapat memengaruhi keamanan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan kepentingan nasional,” kata Anwar.

Dia menekankan bahwa pertemuan Dewan Keamanan Nasional Malaysia penting untuk membahas mekanisme yang ada, memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga serta aparat keamanan, serta memastikan bahwa negara siap menghadapi berbagai kemungkinan akibat situasi global yang tidak menentu.

Anwar mengungkapkan jajaran kementerian dan instansi pemerintah akan menggelar pertemuan untuk membahas isu serupa, termasuk bersama bank sentral Malaysia dan seluruh lembaga keuangan.

Menurutnya, langkah tersebut penting dengan berkaca pada pengalaman dan pendekatan kesiapsiagaan Uni Eropa dalam menghadapi berbagai ancaman, yang melibatkan seluruh unsur pemerintahan, sektor swasta, dan masyarakat luas.



Baca juga: Tuduhan keterlibatan intel Ukraina dalam ledakan di Monako mengemuka

Baca juga: Intel Korsel: Korea Utara pasok 12 juta peluru artileri ke Rusia

Baca juga: Malaysia larang ASN gunakan aplikasi navigasi milik Israel


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungi Politeknik Negeri Kupang, Viktor Laiskodat Tekankan Pentingnya Riset dan Inovasi
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istri Pelaku Pembunuhan Ibu & Anak di Madiun Angkat Bicara, Mengaku Tak Tahu Aksi Suami
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Zero ODOL 2027, Ini Pelanggaran yang Paling Banyak Ditemukan
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Uang Rp50 Juta dan Barang Bukti Dipertanyakan di Sidang Bangun Paulus
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Kisah Mahmudin dan Malahayati, Ketika Suami Mendukung Perempuan untuk Berjuang
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.