JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Kampung Bahari pada Selasa (3/11/2026), guna menyampaikan persiapan pengawasan terpadu untuk mencegah kawasan tersebut kembali menjadi tempat peredaran narkoba.
Pengawasan akan melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan pengamanan swakarsa dengan mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan.
Langkah ini menjadi bagian dari penataan Kampung Bahari setelah penindakan terhadap aktivitas narkoba di kawasan tersebut.
Dadang mengatakan, pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kondisi lingkungan yang sudah ditata dapat tetap terjaga.
"Awal kita bikin sistem pengawasan ya. Kita nanti terpadu sistem pengawasan TNI-Polri, pemerintah daerah dengan Pam Swakarsa yang ada di sini," ujar Kapolda Metro Jaya dalam tayangan Kompas TV pada Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: Polda Metro Jaya Gerebek Kampung Bahari, Sita Narkoba hingga Senjata Api | KOMPAS PAGI
Selain melibatkan sejumlah unsur pengamanan, pemerintah juga akan mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga wilayahnya sendiri.
Upaya tersebut dinilai penting agar warga tidak kembali terpengaruh oleh aktivitas bisnis narkoba yang selama ini memberikan keuntungan bagi sebagian pihak.
Kepolisian akan mengidentifikasi masyarakat yang memperoleh keuntungan dari bisnis narkoba di Kampung Bahari. Setelah itu, pendekatan dan mitigasi akan dilakukan agar mereka tidak memberikan ruang bagi jaringan narkoba untuk kembali beroperasi.
"Jangan sampai dia juga terpengaruh karena ketergantungan selama ini dengan bisnis narkoba yang ada di sini. Dia mendapat keuntungan, nah itu kita identifikasi," katanya.
Bangunan Kosong Dibersihkan dan Warga DidataDalam penataan Kampung Bahari, tahapan awal yang akan dilakukan adalah membersihkan bangunan atau kawasan yang sudah tidak dihuni.
Langkah tersebut bertujuan mencegah lokasi kosong kembali dimanfaatkan sebagai tempat aktivitas narkoba.
"Tapi tahapan pertama kita bersihkan dulu. Yang mana yang tidak dihuni kita bersihkan dulu supaya tidak kembali lagi menjadi sarang-sarang narkoba," ujar Kapolda.
Sementara itu, warga yang masih menempati kawasan tersebut akan didata. Penanganannya akan dilakukan secara humanis dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut.
Dadang turut menegaskan, penataan kawasan tidak boleh membuat warga kehilangan mata pencaharian tanpa mendapatkan solusi. Pemerintah perlu hadir membicarakan langkah penanganan bersama masyarakat.
Baca Juga: Aksi Polisi Naik KRL, Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Bahari Jakut | BERUT
"Jadi penataan ini bukan untuk membuat warga negara kita yang selama ini mendapat penghasilan kemudian tidak ada penghasilan dan bingung. Negara hadir untuk memastikan itu dengan situasi yang ada itu. Mari kita pikirkan duduk bersama," katanya.
Menurutnya, penegakan hukum harus disertai penanganan lanjutan agar penataan kawasan dapat berjalan secara menyeluruh.
"Jadi saya tekankan penegakan hukum tanpa penanganan pascapenegakan hukum itu nothing ya, nothing," tuturnya.
Selain itu, Kapolda juga menyampaikan jaringan narkoba yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut telah dipetakan. Aparat juga telah membentuk tim untuk melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang masuk jaringan tersebut.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- kapolda metro jaya
- dadang hartanto
- kampung bahari
- penindakan kasus narkoba





