Grid.ID - Simak profil Kimi Antonelli, pembalap mobil Italia yang jadi juara dunia Formula 1 2026 di Meksiko. Tak sekadar jadi juara, pembalap berusia 20 tahun itu juga memecahkan rekor sebagai juara dunia F1 termuda sepanjang sejarah.
Adapun Kimi Antonelli memastikan gelar juara dunia 2026 melalui finis ketiga pada Grand Prix Meksiko, Senin (2/11/2026) dini hari WIB. Ia sukses merebut gelar juara bersama Mercedes-AMG Petronas.
Melansir Tribunnews.com, Antonelli mengawali balapan dari P4 dan hanya membutuhkan penampilan solid untuk memastikan gelar juara dunia yang hampir berada dalam genggamannya.
Di tengah persaingan sengit di barisan depan yang melibatkan duo Ferrari dan Max Verstappen, pembalap asal Italia itu memilih menjaga ritme balapnya hingga akhirnya berhasil finish P3. Hasil tersebut sudah cukup bagi Antonelli untuk memastikan mahkota juara dunia F1 2026 tanpa harus terlibat dalam pertarungan langsung memperebutkan kemenangan di GP Meksiko.
"Ya, kita berhasil melakukannya. Kita berhasil! Tanpa mereka, saya tidak akan berada di sini, tanpa Mercedes dan keluarga saya. Saya sangat bersyukur atas momen ini dan ini adalah sesuatu yang akan dikenang selamanya. Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata dan masih berusaha memahami apa yang baru saja terjadi," kata Kimi Antonelli mengutip dari F1.
Jadi juara dunia F1 2026, lantas seperti apa profil Kimi Antonelli? Simak ulasannya.
Profil Kimi Antonelli
Andrea Kimi Antonelli atau yang akrab disapa Kimi Antonelli adalah seorang pembalap Italia yang saat ini bersaing di Kejuaraan Dunia Formula Satu dengan tim Mercedes. Kimi lahir di Bologna, Emilia-Romagna, Italia pada (25/08/2006).
Tak banyak yang tahu, pembalap berusia 20 tahun itu telah memiliki ketertarikan di dunia balap sejak masih kecil. Melansir Kompas.com, bakatnya mulai berkembang melalui ajang gokart.
Ayahnya, Marco Antonelli, merupakan mantan pembalap mobil sport yang juga mengelola tim balap. Dukungan keluarga membuat Antonelli mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya sejak usia dini.
Pada 2019, Antonelli bergabung dengan program pembinaan pembalap muda Mercedes. Saat itu, usianya baru menginjak 12 tahun. Prestasinya di kategori gokart semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan. Dia berhasil meraih gelar FIA Karting European Championship pada 2020 dan mempertahankannya pada 2021.
Meraih Juara Sebelum ke Formula 1
Antonelli mulai berkompetisi menggunakan mobil formula pada 2021 melalui ajang Formula 4 Italia. Perkembangannya berlangsung sangat cepat. Pada 2022, dia berhasil meraih gelar juara Formula 4 Italia dan ADAC Formula 4 Jerman.
Antonelli kemudian naik kelas ke Formula Regional pada 2023. Dia kembali menunjukkan dominasinya dengan menjuarai Formula Regional Middle East dan Formula Regional European Championship (FRECA). Empat gelar juara dalam dua musim membuat Mercedes semakin yakin dengan potensinya.
Pada 2024, Antonelli mendapat kesempatan tampil di Formula 2 bersama Prema Racing. Meski belum berhasil menjadi juara, dia mampu mencatatkan dua kemenangan, masing-masing pada balapan sprint di Silverstone dan feature race di Hungaria. Mercedes kemudian mengambil keputusan besar dengan mempromosikannya ke tim utama untuk musim 2025.
Gantikan Lewis Hamilton di Mercedes
Keputusan Mercedes merekrut Antonelli untuk musim 2025 menjadi salah satu sorotan besar menjelang dimulainya kejuaraan. Dia dipercaya menggantikan Lewis Hamilton yang memutuskan pindah ke Ferrari.
Antonelli pun mendapatkan kesempatan menjadi rekan setim George Russell. Pada usia 18 tahun, dia langsung menghadapi tekanan besar karena harus mengisi posisi yang sebelumnya ditempati pebalap dengan tujuh gelar juara dunia.
Debutnya berlangsung pada GP Australia 2025. Antonelli langsung memperlihatkan potensinya dengan finis di posisi keempat setelah memulai balapan dari posisi ke-16.
Sepanjang musim rookie tersebut, Antonelli berhasil mengumpulkan 150 poin dan tiga podium. Dia juga mencatatkan sejarah sebagai pebalap termuda yang meraih pole position dalam format sprint setelah menjadi yang tercepat pada kualifikasi sprint GP Miami 2025.
Meski begitu, perjalanan Kimi Antonelli tak selalu mulus, ia sempat mengalami penurunan performa hingga akhirnya menorehkan prestasi membanggakan. Kemenangan di Formula 1 ini juga menjadi rekor bagi Kimi Antoneli lantaran dirinya menjadi pembalap termuda sepanjang sejarah yang menjuarai F1.
Selain itu, Kimi juga mengakhiri puasa gelar Italia setelah 73 tahun, di mana terakhir kali juara dunia F1 dimenangkan oleh Alberto Ascari pada tahun 1953. Demikianlah profil Kimi Antonelli, juara dunia F1 2026 yang pecahkan rekor jadi pembalap termuda dalam sejarah. (*)
Artikel Asli




