PLN Jalin Kerja Sama Strategis dengan Australia, Perkuat Sistem Ketenagalistrikan dan Dukung Transisi Energi Nasional

medcom.id
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: PT PLN (Persero) memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Australia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperluas kerja sama di bidang transisi energi, pengembangan sumber daya manusia, teknologi, serta pembiayaan dan investasi pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kolaborasi ini mendukung penguatan infrastruktur ketenagalistrikan nasional guna mencapai target Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060.

Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan kemitraan ini membuka peluang bagi PLN untuk mengakses pengetahuan, teknologi, dan dukungan pembiayaan guna mempercepat transformasi dari penyedia listrik (electricity provider) menjadi penyedia solusi energi (energy solution provider).

“Dukungan Pemerintah Australia memiliki arti penting bagi PLN, baik dalam pengembangan talenta, pertukaran pengetahuan dan teknologi, maupun penjajakan peluang pembiayaan. Kami berharap kemitraan ini terus berkembang untuk memperkuat kapabilitas PLN dalam menjawab tantangan transisi energi dan menyiapkan pemimpin masa depan di sektor ketenagalistrikan,” ujar Didi dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Oktober 2026.

Sebagai tindak lanjut MoU, PLN dan Pemerintah Australia mengembangkan program-program kolaborasi yang mencakup penguatan infrastruktur ketenagalistrikan dan pembiayaan strategis, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas menghadapi risiko perubahan iklim, dan pengembangan sumber daya manusia.
 

Baca Juga :

PLN Pertahankan Predikat Terbaik Nasional Satya JKN Awards 2026, Perkuat Perlindungan Pekerja untuk Layanan Andal


Dalam penguatan infrastruktur, kedua pihak menjajaki dukungan pembiayaan dari Export Finance Australia (EFA) untuk proyek Eastern Java & Bali Grid Strengthening guna meningkatkan keandalan jaringan dan pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali. Proyek ini diarahkan untuk memperkuat jaringan ketenagalistrikan di Jawa Timur dan Bali melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur transmisi, gardu induk, serta jaringan distribusi.

Selain infrastruktur, kerja sama teknis kedua negara juga membuka peluang pengembangan teknologi untuk memperkuat fleksibilitas sistem ketenagalistrikan. PLN menjajaki kolaborasi dengan lembaga riset dan instansi pemerintah Australia, antara lain Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) serta Department of Climate, Environment and Water.

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan fleksibilitas jaringan, Battery Energy Storage System (BESS), serta fleksibilitas operasi pembangkit. Ketiga aspek ini menjadi penting untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam mengintegrasikan pasokan listrik dari pembangkit EBT yang memiliki karakteristik produksi bergantung pada kondisi alam.

PLN juga memperkuat kesiapan sistem ketenagalistrikan dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Bersama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Department of Foreign Affairs and Trade), PLN menjalankan program Capacity Building Skenario Iklim dan Ketahanan Sistem untuk meningkatkan kapasitas pengambilan keputusan berbasis skenario iklim (climate-informed decision-making).

Di bidang pengembangan SDM, PLN bersama Pemerintah Australia melalui program Australia-Indonesia Climate and Sustainable Infrastructure Partnership (KINETIK) menyusun Three-Year Human Capital Development Roadmap periode 2027–2030. Peta jalan ini diselaraskan dengan target Net Zero Emissions (NZE), prioritas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta prinsip Just Energy Transition.

“Penguatan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi dan kualitas SDM. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional, kami ingin menyiapkan talenta PLN yang mampu mengelola sistem ketenagalistrikan masa depan sekaligus menghadirkan solusi energi yang menjawab kebutuhan masyarakat,” imbuh Didi.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menyambut positif penguatan kemitraan kedua negara. Menurutnya, PLN merupakan mitra penting dalam transisi energi Indonesia, khususnya dalam mendukung elektrifikasi dan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transisi energi Indonesia dan memahami bahwa PLN akan memainkan peran sentral dalam elektrifikasi tersebut. Kemitraan ini juga bersifat timbal balik. Kami belajar banyak dari PLN dalam memahami lingkungan dan kebutuhan Indonesia, yang semakin memperkaya hubungan kedua negara,” ungkap Brazier.

Melalui kemitraan ini, PLN dan Pemerintah Australia berharap dapat memperkuat kolaborasi jangka panjang yang mencakup pengembangan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, akses pembiayaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi tersebut akan mendukung terwujudnya sistem ketenagalistrikan Indonesia yang semakin andal, berkelanjutan, dan rendah emisi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin PLN Jalin Kerja Sama Strategis dengan Australia, Perkuat Sistem Ketenagalistrikan dan Dukung Transisi Energi Nasional Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/1bVzpR2b-pln-jalin-kerja-sama-strategis-dengan-australia-perkuat-sistem-ketenagalistrikan-dan-dukung-transisi-energi-nasional

(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Disadap Sejak 2025, Bagaimana dengan Wapres Gibran?
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Kapolri Copot AKBP Rossa Purbo Bekti yang Baru Menjabat Kapolres Bangkalan, Ada Apa?
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Rumahnya Digedor-gedor hingga Singgung Mobil Pelat Merah, Herri Pras: Saya Keluar Layaknya Menyambut Tamu
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemensos Ajak Generasi Muda Teladani Nilai Kepahlawanan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Panggil Menteri-menteri Ekonomi ke Istana
• 13 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.