Mendag Ungkap Harga Cabai Naik Imbas Cuaca, Pemerintah Kirim 7 Ton dari Jatim

kumparan.com
49 menit lalu
Cover Berita

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah keriting dipengaruhi kondisi cuaca yang berdampak pada penurunan produksi.

Pemerintah pun berupaya mengatasi ketimpangan pasokan dengan mengirimkan cabai dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kekurangan.

Berdasarkan data di website Info Pangan Jakarta, harga rata-rata cabai merah keriting hari ini Rp 71.717 per kilogram. Sementara cabai rawit merah Rp 75.967 per kilogram.

“Memang cabai rawit, kemudian cabai rawit keriting, cabai rawit merah sedikit kenaikan itu karena memang karena faktor cuaca ya,” kata Budi di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (3/11).

Meski produksi cabai menurun, Budi mengatakan sejumlah daerah masih mengalami surplus. Untuk mengatasi ketimpangan pasokan, pemerintah membantu distribusi cabai dari daerah yang memiliki kelebihan produksi ke wilayah yang membutuhkan tambahan stok.

Salah satunya melalui pengiriman 7 ton cabai rawit dari Jawa Timur ke Halmahera Utara, Maluku Utara. Pengiriman dilakukan karena Jawa Timur memiliki surplus cabai, sementara Halmahera Utara membutuhkan tambahan pasokan.

Distribusi tersebut merupakan hasil kerja sama Kementerian Perdagangan dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia (BI), dan pemerintah daerah.

“Makanya kemarin yang kita lakukan adalah dengan membantu pengiriman. Jadi kayak pengiriman dari daerah surplus ke yang kekurangan,” ungkapnya.

Selain cabai, pemerintah juga menyiapkan distribusi komoditas pangan lain dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan. Salah satu komoditas yang akan dikirim dalam waktu dekat adalah telur ayam.

Budi mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan pengiriman telur dengan skema serupa, yakni mengalihkan pasokan dari daerah yang memiliki kelebihan produksi ke daerah yang membutuhkan tambahan stok.

“Nah nanti dalam waktu dekat kita lagi mempersiapkan untuk bisa ngirim komoditas lain misalnya telur. Yang telur yang surplus kita kirim ke yang kurang,” kata dia.

Budi menyebut harga rata-rata nasional telur ayam saat ini berada di kisaran Rp 26.400 per kilogram (kg). Harga tersebut masih di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp 30 ribu per kg.

Namun, harga telur di sejumlah daerah masih lebih tinggi karena distribusi pasokan belum berjalan lancar. Untuk itu, pemerintah berencana mengirim telur dari wilayah surplus ke daerah yang mencatat harga lebih tinggi.

“Kita akan kirim ke daerah-daerah yang harganya lebih tinggi, sehingga harga menjadi stabil ya. Kalau harga stabil, harga sesuai acuan, maka peternak juga bisa terus jalan,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Balik Polemik MBG, Ada Anak-Anak yang Masih Membutuhkan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kriminal Kemarin, kasus Betrand Peto hingga penganiayaan balita
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Rekam Jejak Prof. Yasir Nasution di Dunia Pendidikan Islam, Mantan Rektor IAIN Sumatera Utara yang Tutup Usia
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Direktur Pelacakan Aset dan Kepala Sekretariat Dewas KPK Balik ke Kejagung
• 3 jam laludetik.com
thumb
Kang Azis Beri Bantuan ATENSI untuk Warga di Cianjur
• 13 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.