Sopir Mobil MBG Toraja Utara Buka Suara: Mengaku Mengantuk, Jalur Distribusi Capai 15 Km dan Curam

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA – Sopir mobil pengantar makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan D Tombi Highland Resort, SPPG Limbong, Toraja Utara, buka suara.

Dia mengaku mengantuk saat mengalami kecelakaan tunggal yang menyebabkan kendaraan menabrak bangunan penggilingan daging, Senin (2/11/2026).

Kondisi sopir yang mengantuk diduga menjadi pemicu insiden tersebut, sementara jalur distribusi yang harus ditempuh dari dapur SPPG di Kecamatan Kapalapitu menuju sejumlah sekolah di wilayah Kota Rantepao mencapai sekitar 10–15 kilometer dengan medan jalan yang cukup menantang.

Kepala SPPG Limbong Yayasan D Tombi Highland Resort, Ade Palino, membenarkan bahwa sopir menyampaikan pengakuan tersebut setelah kejadian.

“Jadi saat setelah kejadian, sopirnya memang mengatakan ke kami bahwa dia mengantuk,” ujar Ade saat ditemui di lokasi dapur SPPG Limbong, Kecamatan Kapalapitu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026).

Ade menjelaskan, kendaraan yang terlibat kecelakaan saat ini telah dibawa ke bengkel untuk menjalani perbaikan, sedangkan sopir dan tenaga pendamping atau helper dilaporkan selamat.

Ia bersyukur material kayu dari bangunan yang ditabrak masuk cukup jauh ke dalam kabin kendaraan, tetapi tidak sampai mengenai kedua orang yang berada di dalam mobil.

“Jadi bersyukur sopir aman, walaupun memang melihat kondisi kayu bangunan yang ditabrak masuk ke dalam mobil dan cukup dalam, beruntung tidak mengenai sopir dan helper,” tuturnya.

Layani 12 Sekolah, Jalur Distribusi Cukup Ekstrem

SPPG Limbong diketahui melayani kebutuhan MBG untuk12 sekolah yang tersebar di wilayah Kecamatan Kapalapitu hingga kawasan Kota Rantepao.

Layanan tersebut tidak hanya menjangkau sekolah-sekolah di sekitar lokasi dapur yang berada di wilayah dataran tinggi, tetapi juga sejumlah sekolah di kawasan perkotaan, termasuk SMAN 1 Toraja Utara.

Jarak dari Kota Rantepao menuju dapur Yayasan D Tombi diperkirakan mencapai 10–15 kilometer, dengan sejumlah jalur alternatif atau jalan pintas yang memiliki kontur cukup terjal.

Meski sebagian ruas jalan telah beraspal dan terlihat mulus, kondisi medan di beberapa titik tetap membutuhkan kewaspadaan pengendara karena terdapat tanjakan dan turunan curam.

Bahkan, di salah satu bagian jalur terdapat rambu peringatan yang mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati ketika melintas menggunakan kendaraan besar seperti truk dan mobil pikap.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan distribusi makanan MBG, terutama karena kendaraan harus menempuh perjalanan menuju sekolah-sekolah dengan karakteristik wilayah berbeda.

Mobil dalam Kondisi Prima

Terkait penyebab kecelakaan, Ade menyatakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut makanan MBG dalam kondisi baik sebelum insiden terjadi.

Ia mengatakan pemeriksaan kendaraan secara rutin telah dilakukan sehingga pihaknya menduga kecelakaan tersebut berkaitan dengan faktor manusia atau human error, berdasarkan pengakuan sopir yang merasa mengantuk.

“Jadi mobil di sini selalu dicek dan dalam kondisi prima, memang ini persoalan human error (mengantuk),” tegasnya.

Ade juga membantah adanya penambahan pekerjaan di luar tanggung jawab rutin yang diberikan kepada karyawan sehingga membebani sopir dalam menjalankan tugas distribusi.

“Jadi sudah ada semua tugasnya, dan tidak ada hal lain yang ditambahkan, ya namanya juga musibah siapa yang mau,” jelasnya.

Meski demikian, kejadian tersebut menjadi perhatian pengelola SPPG untuk mengevaluasi pelaksanaan distribusi, termasuk kesiapan pengemudi sebelum melakukan perjalanan.

Kerugian Bangunan Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Kecelakaan tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada kendaraan pengantar MBG, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi pemilik bangunan penggilingan daging yang ditabrak.

Ade menyebut pihaknya akan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami pemilik usaha tersebut, dengan nilai kerusakan yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Tentu jadi bahan evaluasi kami ke depan, dan kendaraan baru diganti untuk mengakomodasi distribusi MBG, untuk kerugian pemilik penggilingan daging yang tertabrak semua akan ditanggung nanti,” ungkapnya.

Kendaraan yang mengalami kecelakaan diketahui merupakan jenis Toyota Hilux Rangga yang digunakan untuk mendukung kegiatan pengantaran makanan MBG.

Ade berharap insiden tersebut menjadi pelajaran bagi pengelola agar aspek keselamatan pengemudi dan kelayakan operasional kendaraan semakin diperhatikan dalam setiap kegiatan distribusi.

SPPG Limbong Pernah Disorot Kasus Susu Basi

SPPG Limbong Yayasan D Tombi Highland Resort sebelumnya juga pernah menjadi perhatian publik setelah muncul kasus susu kotak dalam paket MBG yang dilaporkan mengalami perubahan kondisi pada Maret 2026.

Saat itu, sejumlah paket susu ditemukan dalam kondisi menggumpal menyerupai bubur dan mengeluarkan aroma asam atau basi, meskipun tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan belum terlewati.

Pihak pengelola atau mitra penyedia SPPG kala itu mengakui adanya kesalahan dalam proses distribusi produk tersebut.

Persoalan tersebut kemudian memicu reaksi masyarakat dan menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Tana Toraja.

Sorotan publik semakin menguat setelah muncul respons dari pihak mitra yang sempat menyalahkan siswa karena tetap mengonsumsi makanan atau susu tersebut.

Dapur penyedia MBG terkait pun mendapat sanksi dan perhatian luas dari masyarakat menyusul polemik tersebut.

Diketahui, Yayasan D Tombi merupakan yayasan yang dimiliki salah seorang anggota dewan dan menaungi sejumlah dapur penyedia MBG di wilayah Toraja Raya. (edy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tekan Pencemaran Udara, Sudin LH Jakarta Timur Gencarkan Uji Emisi Gratis
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Puluhan Personel Damkar Makassar Tuntaskan Diklat Kualifikasi Pemadam Tingkat I
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Viral Penumpang MRT Jakarta Ditegur karena Minum, Ternyata Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi!
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Jangan Terlewat! Pendaftaran MagangHub Batch 3 Segera Ditutup, Ini Batas Akhir dan Tahapan Seleksi
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.