Yusril Buka Suara soal Maraknya WNI Jadi Tentara Rusia, Ingatkan Hal Ini

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah belum dapat menyimpulkan penyebab warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan militer negara lain, termasuk Rusia.

Yusril menyebut pemerintah masih mendalami persoalan tersebut untuk mengetahui latar belakang dan proses yang membuat para WNI terlibat dalam kegiatan militer di luar negeri.

Baca Juga :
Rentan, Eropa Hadapi Musim Dingin dengan Cadangan Gas Terendah dalam 15 Tahun
Fakta Mengejutkan Kasus TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Korban Ada Eks Anggota TNI-Polri

"Ini masalah yang sudah lama kami selidiki, tetapi belum dapat menarik kesimpulan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di baliknya," kata Yusril saat ditemui di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Meski demikian, kata dia, kepolisian saat ini tengah menyelidiki kemungkinan adanya unsur penipuan dalam proses perekrutan. Salah satu dugaan yang didalami adalah adanya WNI yang awalnya dijanjikan pekerjaan tertentu, tetapi justru direkrut untuk terlibat dalam kegiatan militer di negara lain.

Yusril menjelaskan, pemerintah tidak dapat melarang seseorang bergabung dengan militer asing apabila keputusan tersebut diambil secara sadar dan tanpa adanya unsur penipuan.

"Karena kalau kami menghalangi, itu hak setiap orang juga untuk mengambil keputusan," ujarnya.

Namun, Yusril mengingatkan bahwa keputusan menjadi anggota militer negara asing memiliki konsekuensi hukum. Salah satunya, seseorang berpotensi kehilangan status kewarganegaraan Indonesia (WNI).

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) PPA-PPO Bareskrim Polri bersama Dirres PPA PPO Polda jajaran menetapkan 13 tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus menjadi tentara bayaran Rusia.

Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (2/11), menjelaskan bahwa 13 tersangka tersebut berasal dari lima laporan polisi (LP) yang ditangani Polri.

Dari puluhan tersangka, dua tersangka di antaranya adalah warga negara Rusia dan satu tersangka adalah warga negara Ukraina.

Untuk jumlah korban, total terdapat 58 orang dengan rincian lima korban dalam perkara Bareskrim Polri, 12 korban dalam perkara Polres Metro Jakarta Barat, 12 korban dalam perkara Polda Metro Jaya, tujuh korban dalam perkara Bareskrim Polri lainnya, serta 22 korban dalam perkara Polres Bogor, Polda Jawa Barat.

Nurul mengatakan modus TPPO yang digunakan para pelaku adalah menawarkan pekerjaan di luar negeri melalui media sosial, grup informasi lowongan kerja, hingga aplikasi percakapan.

Baca Juga :
Modus TPPO Tentara Bayaran Rusia, Dijanjikan Kontrak Rp 620 Juta-Gaji Rp 50 Juta per Bulan
Bukan Ditawari Jadi Tentara, Begini Modus TPPO WNI ke Rusia
Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Hanya Dilatih Sebulan Sebelum Turun ke Medan Perang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bocah 20 Bulan Dibunuh Ortu di Jaksel Alami Gizi Buruk, Tubuh Penuh Luka
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Nahas Truk Molen Terguling di Bekasi: 6 Orang Tewas, Sopir Jadi Tersangka
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Nilai Skuad PSM Tiga Kali Lipat De Red FC
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
16 Tim Sepak Bola Bertarung pada Porprov Sulsel di Wajo dan Bone
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Kemendagri Turun Tangan Percepat Penegasan Batas Desa, Minta Kepala Daerah Segera Lapor
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.