Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan kondisi perbankan terkini di tengah tekanan ekonomi global.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kredit perbankan hingga September 2026 tumbuh 13,26% YoY menjadi Rp9.245 triliun. Penyaluran kredit ini didorong oleh kredit investasi yang tumbuh 23% YoY dan kredit korporasi sebesar 21,31% YoY.
Sementara, kredit modal kerja tumbuh 11% YoY dan kredit konsumsi tumbuh single digit sebesar 4,8% YoY.
"Kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL Gross 2,07% dan nett 0,82%, dan loan at risk sebesar 8%," ujar Kiki, sapaan akrab Friderica, dalam konferensi pers KSSK, Selasa (3/11/2026).
Himpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,22% yoy jadi Rp10.492 triliun. Jenis simpanan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh 12,64% YoY, 9,6% YoY, sebesar 3,78% YoY.
Dari sisi permodalan, Kiki menyebutkan rasio kecukupan modal perbankan RI atau CAR per September 2026 berada di level tinggi, sebesar 24,3%.
Sementara, likuditas perbankan disebutkan tetap memadai denagn rasio LDR 88,11%, serta rasio AL/NCD dan AL/DPK masing-masing sebesar 105,73% dan 24,08%.
(asr/asr)




