Polisi Temukan Jejak Niat Pembunuhan Sadis Ibu-Anak di Madiun di Ponsel Tersangka

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur menemukan bukti baru bahwa Bagus Dwi Martono (DBH) tersangka pembunuhan DH (30 tahun) istri sirinya, memiliki niat menghabisi korban jauh sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

Dalam kasus pembunuhan sadis ini, tersangka menghabisi istri sirinya dengan cara mencekik dilanjutkan kepada dan AG (4 tahun) putra korban, kemudian membakar, memutilasi, sampai menggiling potongan tubuh kedua korban untuk menghilangkan jejak.

Kombes Pol Roy HM Sihombing Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim mengatakan, bukti baru tersebut ditemukan penyidik dari hasil pemeriksaan barang bukti telepon genggam milik tersangka.

Dari hasil pendalaman penyidik, tersangka diketahui sempat mencari sejumlah informasi di internet yang berkaitan dengan rencana pembunuhan.

“Hasil temuan kami di lapangan berdasarkan bukti-bukti elektronik, handphone, yang bersangkutan sebelumnya sudah ada niat melakukan pembunuhan itu. Tapi ini juga masih didalami, namun di beberapa bukti handphone kami sudah temukan bahwa jauh sebelum peristiwa ini dia sudah mulai searching,” ujar Roy di Mapolda Jatim, Selasa (3/11/2026).

Selain pencarian di internet terkait upaya pembunuhan, penyidik juga mengungkap fakta bahwa tersangka mencari sejumlah alat yang diduga berkaitan dengan rencana pembunuhan tersebut. Seperti mesin penggiling yang dipesan secara online.

Namun Penyidik masih menelusuri percakapan tersangka melalui aplikasi WhatsApp untuk mengungkap lebih jauh rangkaian peristiwa dan motif pembunuhan.

“Untuk chat termasuk juga dia mencari alat-alat di internet,” ujarnya.

Terkait motif, Roy menyebut pembunuhan tersebut diawali konflik antara tersangka dan korban. Salah satunya dipicu ketidakhadiran Bagus dalam perayaan ulang tahun anaknya bersama korban.

Namun, penyidik juga menemukan adanya cekcok yang terjadi sebelum peristiwa tersebut. Sehingga rangkaian peristiwa tersebut masih didalami lebih lanjut untuk disusun ulang sesuai fakta kronologinya.

“Ya, informasi awal seperti yang kami sampaikan di rilis pertama bahwa peristiwa itu meningkat dikarenakan ketidakhadiran, tapi sebelumnya rupanya mereka sudah ada cekcok-cekcok awal antara korban dengan pelaku. Nah, itu juga bisa kita temukan ada beberapa fakta di handphone-nya pelaku,” jelasnya.

Di sisi lain, penyidik juga mendalami potensi keterlibatan pihak lain dalam kasus pembunuhan sadis ini. Roy menyebut dari hasil pra-rekonstruksi dengan 48 adegan, ditemukan celah yang memungkinkan adanya keterlibatan orang lain.

“Keterlibatan ini kan bisa di awal ya, pada saat dia punya keinginan untuk melakukan pembunuhan, apakah ada orang lain yang turut serta dengan cara apa, atau pada saat korban meninggal, harus itu ada pihak-pihak lain yang membantu menyembunyikan. Nah, ini yang kita masih terus dalami,” ungkap Roy.

Dalam perkembangan penyidikan, polisi telah memastikan identitas sejumlah potongan tulang yang ditemukan di TKP merupakan miliki istri siri dan putra korban sesuai hasil pemeriksaan DNA di laboratorium forensik.

“Yang terbaru itu bahwa kan kita tadinya kita nggak yakin ini tulang siapa, ternyata tulang itu sudah kita temukan dan kita bawa laboratorium, hasil DNA-nya identik dengan keluarga korban,” pungkasnya. (wld/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendag Jajaki Penguatan Perdagangan Indonesia-Turki Lewat Perjanjian Preferensial
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemkab Cirebon prioritaskan normalisasi saluran irigasi pada 2027
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Zaman Bergerak, Kehangatan dalam Sepucuk Kartu
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Polisi Panggil Terduga Penembak Corong Toa Masjid Ciputat
• 1 jam laludetik.com
thumb
Polisi Jadikan Putusan MK Referensi untuk Dalami Laporan Suket Gibran
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.