Masalah Kronis Perekrutan Manajer Manchester United Pasca Alex Ferguson

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Manajemen Manchester United menghadapi krisis kepemimpinan baru di kursi manajer setelah rentetan hasil buruk yang dialami Michael Carrick musim ini. Dikutip dari laporan ESPN, posisi Carrick kini berada di ujung tanduk menyusul sembilan laga tanpa kemenangan yang menempatkan klub hanya satu tingkat di atas zona degradasi Premier League. Situasi genting ini kembali menyoroti kegagalan berulang manajemen dalam menentukan nakhoda tim sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson pada 2013 silam.

Rentetan Keputusan Keliru Pasca Kepergian Ferguson

Ferguson meninggalkan Old Trafford pada 2013 setelah mempersembahkan 28 trofi bergengsi selama lebih dari 27 tahun pengabdian. Sejak kepergian pelatih legendaris tersebut, United telah merekrut tujuh manajer permanen berbeda tanpa satu pun yang mampu mendekati gelar Premier League atau UEFA Champions League.

David Moyes yang awalnya digadang-gadang sebagai pilihan langsung Ferguson sebenarnya hanyalah opsi ketujuh dalam daftar target klub. Sebelum menunjuk Moyes, manajemen telah ditolak atau kalah langkah dalam merekrut figur top seperti Jürgen Klopp, José Mourinho, Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, Diego Simeone, dan Laurent Blanc.

Pendekatan klub kepada manajer papan atas sering kali berujung kegagalan akibat presentasi yang tidak meyakinkan. Ed Woodward bahkan sempat membujuk Klopp dengan menyebut klub sebagai “versi dewasa dari Disneyland”, sebelum akhirnya merekrut Louis van Gaal yang kala itu sudah tiga tahun absen dari manajemen klub.

Pola Rekrutmen Instan dan Peluang yang Terlewat

Pola perekrutan di Old Trafford terus berulang dengan menyusun daftar nama elit, gagal membujuk target utama, lalu beralih ke sosok alternatif. Mauricio Pochettino tercatat sempat menjadi incaran nomor satu untuk menggantikan Mourinho, namun urung direkrut karena klub enggan membayar kompensasi pelepasan kepada Tottenham Hotspur.

Pihak manajemen akhirnya mengambil langkah instan dengan mempermanenkan Ole Gunnar Solskjær setelah serangkaian hasil apik sebagai pelatih interim. Kegagalan menggaet Pochettino kembali terjadi saat penunjukan Erik ten Hag pada musim panas 2022, di mana pertimbangan biaya kompensasi kembali menjadi faktor pembeda bagi petinggi tim.

Taruhan Berisiko pada Manajer Minim Pengalaman

Ten Hag pada akhirnya terdepak pada Oktober 2024 dan digantikan oleh Ruben Amorim yang belum memiliki rekam jejak melatih di Premier League. Masa kepemimpinan Amorim justru menghadirkan rekor terburuk bagi United dengan tingkat kemenangan hanya 38 persen sebelum diberhentikan pada Januari.

Keputusan menunjuk Michael Carrick yang minim jam terbang mempertegas kecenderungan dewan direksi untuk memilih opsi pelatih yang terjangkau secara finansial. Padahal, peta kekuatan sepak bola modern saat ini dikuasai oleh deretan pelatih berpengalaman yang telah membuktikan kehebatannya di level tertinggi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks TNI dan Polri Ikut Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Polri Nonaktifkan Kapolres Sukoharjo dan Tiga Anggota Usai Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Dikeluhkan Santri
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Nenek Penjual Rujak Cingur di Surabaya Dirampok, 2 Kalung Emas  Raib
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
SEA Games 2027 Tanpa Panjat Tebing, Indonesia Kehilangan Peluang Medali Emas
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Usia 100 Tahun dan Tinggal Sendiri, Ndukurfiah Kini Dikirimi Makanan Setiap Hari
• 7 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.