Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mulai merasakan beratnya perjuangan Sassuolo di Liga Italia. Kekalahan beruntun membuat situasi ruang ganti I Neroverdi semakin mengkhawatirkan.
Jay Idzes sendiri baru saja kembali bermain setelah absen lebih dari sebulan akibat cedera serius. Namun, penampilannya setelah pulih dari cedera harus berakhir dengan kekalahan.
Sassuolo kembali menelan kekalahan menyakitkan saat menjamu Fiorentina pada pekan ke-10 Serie A, Senin (2/11/2026). Bermain di Mapei Stadium, mereka takluk dengan skor 2-4.
Hasil tersebut memperpanjang tren negatif tim asuhan Alberto Aquilani. Sassuolo kini sudah menelan empat kekalahan beruntun setelah sebelumnya tumbang dari Frosinone, Como, dan Lazio.
Rentetan hasil buruk itu membuat posisi mereka merosot tajam di klasemen sementara. Setelah sempat menghuni peringkat kesembilan pada pekan kelima, Sassuolo kini terdampar di posisi ke-17.
Posisi tersebut hanya satu tingkat di atas batas zona degradasi. Situasi ini tentu menjadi peringatan serius bagi Domenico Berardi dan rekan-rekannya.
Masalah terbesar Sassuolo terlihat dari rapuhnya barisan pertahanan mereka. Dalam empat kekalahan terakhir, klub berjuluk I Neroverdi itu sudah kebobolan 16 gol atau rata-rata empat gol setiap pertandingan.
Jay Idzes menjadi salah satu pemain yang memahami betapa beratnya situasi tersebut. Bek Timnas Indonesia itu sebelumnya pernah berjuang menyelamatkan Venezia dari ancaman degradasi.
Pengalaman tersebut terjadi ketika Idzes memperkuat Venezia pada musim 2024/2025. Sayangnya, perjuangan mereka berakhir pahit setelah I Lagunari gagal bertahan di Serie A.
Karena itu, Idzes memahami bahwa persaingan menghindari degradasi membutuhkan mentalitas berbeda. Ia mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menganggap situasi Sassuolo saat ini sebagai persoalan biasa.
"Saya tahu karena saya pernah bermain di Venezia. Jika Anda bermain untuk menghindari degradasi, semua pertandingan adalah sebuah perang," kata Idzes, dikutip dari TMW.
Bek berdarah Belanda tersebut juga menekankan pentingnya perjuangan dan mentalitas seluruh pemain. Menurutnya, Sassuolo memiliki kualitas untuk bersaing, tetapi hal itu harus dibuktikan melalui penampilan di lapangan.
Idzes turut menyoroti hilangnya keseimbangan permainan Sassuolo ketika menghadapi Fiorentina. Ia menilai timnya beberapa kali kehilangan kendali hingga memberi lawan kesempatan mencetak gol.




