Perguruan tinggi di Indonesia terus menunjukkan peningkatan daya saing dan reputasi di tingkat internasional.
IDXChannel - Perguruan tinggi di Indonesia terus menunjukkan peningkatan daya saing dan reputasi di tingkat internasional. Berdasarkan data terbaru lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia, QS Quacquarelli Symonds, jumlah universitas asal Indonesia yang berhasil menembus jajaran papan atas dunia maupun Asia mengalami peningkatan.
"Dalam World University Rankings kami, universitas-universitas di Indonesia telah mengalami kemajuan, di mana saat ini kita memiliki 7 universitas yang masuk dalam jajaran 500 besar pemeringkatan tersebut. Angka ini meningkat dari 5 universitas pada edisi 2026 yang dirilis tahun lalu, dan secara keseluruhan kita memiliki 20 universitas di dalam World University Rankings," ujar Chief Executive Officer (CEO) QS Quacquarelli Symonds, Jessica Turner dalam konferensi pers di Bali, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, perguruan tinggi di Indonesia makin mampu bersaing secara global. Pada edisi pemeringkatan QS World University Rankings 2027, sebanyak 7 universitas di Indonesia berhasil masuk dalam jajaran peringkat 500 besar kampus dunia. Angka ini meningkat dibanding edisi sebelumnya yang hanya mencatatkan 5 kampus di posisi 500 besar.
"Kemampuan universitas-universitas di Indonesia untuk bersaing secara global makin terlihat. Kami melihat ada bidang di mana kampus-kampus ini berada di atas rata-rata global, seperti dalam hal reputasi akademik," katanya.
Peningkatan impresif juga tercatat pada pemeringkatan tingkat regional. Saat ini, lebih dari 100 universitas asal Tanah Air berhasil menembus QS Asia University Rankings, dengan lima kampus di antaranya kokoh berada di jajaran 100 besar Asia. Turner menilai pencapaian ini membuktikan kekuatan perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta, mulai menonjol di kancah global.
Meski menunjukkan tren positif, jalan menuju jajaran 100 besar dunia masih menghadapi sejumlah tantangan besar. Regional Partnership Director QS Quacquarelli Symonds, E Way Chong menyoroti beberapa poin penting yang perlu ditingkatkan oleh perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut Chong, salah satu tantangan utama yang dihadapi kampus-kampus di Indonesia adalah pada indikator intensitas dan dampak penelitian (sitasi). Mengingat skala atau jumlah mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia yang umumnya sangat besar, meningkatkan rasio sitasi per pengajar menjadi tantangan tersendiri.
"Kedua adalah internasionalisasi. Kehadiran mahasiswa internasional serta dosen atau peneliti asing yang mengajar dan meneliti di Indonesia merupakan indikator yang sangat penting bagi universitas global mana pun. Ini adalah aspek yang bisa terus ditingkatkan oleh Indonesia," ujar Chong.
Kendati demikian, Chong mengapresiasi lonjakan reputasi akademik dan reputasi lulusan di mata pemberi kerja (employer reputation) yang diraih kampus Indonesia dalam dekade terakhir (2016–2026). Hal itu dinilai tak lepas dari makin kuatnya kolaborasi global serta kemitraan perguruan tinggi dengan sektor industri.
Lebih lanjut, Jessica Turner menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk memastikan kurikulum yang diajarkan selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang bergerak cepat. QS mengestimasi, kemampuan menyelaraskan kebutuhan industri dengan keterampilan lulusan berpotensi menyumbang nilai ekonomi tambahan yang sangat signifikan di kawasan ASEAN hingga mencapai 900 miliar poundsterling pada 2035 mendatang.
Kemajuan yang diraih perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia juga tercermin dari optimisme BINUS University. Rektor BINUS University, Dr. Nelly menegaskan bahwa perubahan atau naik-turunnya peringkat merupakan hal yang relatif. Menurutnya, hal terpenting bagi lembaga pendidikan adalah konsistensi untuk terus bergerak maju dan memfasilitasi civitas akademika.
"Bagi BINUS, yang paling penting adalah bagaimana kita terus belajar dengan cepat serta membuka peluang sebesar-besarnya bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan akses belajar secara global," kata Nelly.
Nelly menjelaskan, tingginya reputasi akademik dan employer reputation yang diraih BINUS menandakan bahwa karya riset dosen dan mahasiswa telah diakui secara luas, sekaligus menunjukkan bahwa lulusannya terbukti memiliki daya saing tinggi dan diterima dengan baik oleh industri.
Berbekal kolaborasi dengan lebih dari 300 mitra universitas internasional yang telah dibangun selama 25 tahun terakhir, BINUS kini membidik kemitraan yang lebih berfokus pada jajaran 500 perguruan tinggi terbaik dunia.
"Kami fokus berpartner dengan top 500 perguruan tinggi dunia. Harapannya, pengalaman belajar dan bertukar riset di kampus top dunia tersebut bisa dibawa kembali oleh mahasiswa dan dosen untuk berkarya dan membangun Indonesia," katanya.
(Dhera Arizona)





