Jakarta, VIVA - Resistensi antibiotik menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Penggunaan antibiotik secara sembarangan, tanpa indikasi medis atau tidak sesuai anjuran tenaga kesehatan, dapat membuat bakteri semakin sulit dilawan sehingga infeksi yang sebelumnya mudah diobati berpotensi membutuhkan penanganan lebih kompleks.
Kondisi tersebut terjadi ketika mikroorganisme, terutama bakteri, mengalami perubahan sehingga tidak lagi merespons obat antimikroba sebagaimana mestinya. Akibatnya, pengobatan menjadi lebih sulit, risiko penyebaran infeksi meningkat, bahkan dapat memperbesar risiko komplikasi pada pasien.
Karena itu, pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat secara tepat menjadi salah satu langkah penting untuk menekan laju resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR).
Penggunaan antibiotik tanpa resep atau indikasi medis, mengubah dosis sendiri, hingga tidak mengikuti petunjuk tenaga kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi. Oleh sebab itu, masyarakat perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan antibiotik dan mengikuti aturan pengobatan yang diberikan.
Direktur Utama PT Etos Kreatif Indonesia, Lucky Hatreztro, menilai kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar kesadaran mengenai kesehatan dan penggunaan obat secara bertanggung jawab dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Kami percaya perubahan besar dalam kesehatan masyarakat harus dimulai dari aksi nyata dan kolaborasi. Melalui Self-Care AMRun, olahraga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan yang jauh lebih besar, yaitu pentingnya menjaga kesehatan dan bertanggung jawab dalam menggunakan obat. Kami ingin kesadaran ini tumbuh, menjangkau lebih banyak orang, dan membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari," ujar Lucky dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/11/2026).
Direktur PT Serayu Sumber Rejeki, Wahono, juga menekankan bahwa edukasi kesehatan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat.
"Bagi kami, menjaga kesehatan masyarakat bukan hanya tentang menyediakan produk, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang tepat. Self-Care AMRun menjadi ruang kolaborasi untuk mengajak masyarakat lebih aktif sekaligus memahami pentingnya penggunaan obat secara bijak. Kami berharap edukasi ini tidak berhenti sebagai kampanye sesaat, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.





