Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan kunjungan ke Pidie Jaya, Aceh. Sebab, wilayah tersebut kembali diterjang banjir bandang.
Kunjungan Mendagri tersebut didampingi Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA. Menurut Safrizal, banjir bandang terjadi akibat jebolnya tanggul Krueng Meureudu dan Krueng Ulim.
"Baru-baru ini sejumlah Kecamatan di Pidie Jaya kembali diterjang banjir akibat hujan deras yang mengakibatkan jebolnya tanggul sungai di wilayah tersebut, " kata Safrizal melalui keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2026.
Dalam kunjungan itu, Mendagri dan Safrizal mengunjungi dua desa terdampak parah, yaitu Dayah Usen dan Alue Keutapang. Kedua desa tersebut berada di Kecamatan Meurah Dua.
Masing-masing desa mendapatkan bantuan Rp200 juta dari Mendagri. Serta satu unit dayah bernama Ibatun Mutaalimin di Desa Dayah Usen milik Teungku Yusri, juga mendapatkan santunan Rp50 juta dari Mendagri.
Baca Juga :
Hari Ke-5 Banjir Aceh Selatan, 161 Warga Masih MengungsiKementerian Sosial juga ikut memberikan bantuan sembako, kids ware, dan peralatan tidur.
Safrizal menyampaikan bahwa Kemendagri akan membuat surat edaran yang isinya tentang penetapan status tanggap darurat bencana kepada daerah-daerah yang kembali diterjang bencana banjir bandang susulan. Penetapan tersebut merupakan arahan langsung dari Mendagri.
Selain itu, pemerintah daerah terdampak bencana hidrometeorologi Sumatra diminta membuat surat permohonan pemanfaatan galian C di dalam sungai yang dangkal akibat bencana. Sebab, sedimentasi yang telah menyebabkan 100 lebih sungai di tiga provinsi di Sumatra, harus dikeruk.
Oleh karenanya, pelibatan pihak ketiga untuk mengeruk sedimentasi perlu dibuka ruang. Pemanfaatan galian C di dalam sungai yang terdampak dapat dilakukan bilamana adanya permohonan dari bupati/walikota.
Mendagri Tito Karnavian meninjau lokasi banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh. Foto: Istimewa.
Safrizal menjelaskan syaratnya pihak ketiga yang diberikan izin nantinya bukan sekadar mencari keuntungan. Tapi bekerja dengan tujuan utama pemulihkan sungai.
Nilai ekonomi yang didapat dari hasil tersebut dapat dibagi untuk pihak ketiga, pemerintah daerah, dan rakyat menikmati hasil pemulihan sungai lebih cepat.
Selain itu, Safrizal menjelaskan Mendagri menyerahkan satu unit Kendaraan Water Supply Multifungsi 4000L untuk Pemkab Pijay. Bantuan tersebut diterima oleh Bupati Sibral Malasyi.
Mendagri juga menyerahkan tiga unit mesin pompa portable untuk Kabupaten Bireuen dan tiga unit untuk Aceh Utara.
Kunjungan Mendagri ke Pidie Jaya ikut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhullah alias Dek Fadh, Ketua DPR Aceh Zulfadli (Abang Samalanga), Bupati Bireuen H. Mukhlis, S. T., Bupati Aceh Utara Yah Wa, dan sejumlah pejabat lainnya.




