Searah dukung pemerintah wujudkan ketahanan energi lewat produksi gas

antaranews.com
59 menit lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan energi, Searah memperkuat pasokan gas nasional serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi melalui produksi gas perdana di Lapangan Maha, lepas pantai Kalimantan Timur.

Produksi gas dari Lapangan Maha diharapkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 230 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

CEO Searah Muara Bakau, Mirko Araldi dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan gas perdana dari Lapangan Maha merupakan tonggak penting, baik bagi perusahaan maupun bagi industri energi Indonesia.

Searah merupakan perusahaan energi hulu independen yang dibentuk melalui kemitraan strategis antara Eni dan Petronas.

Baca juga: Kutim optimalkan investasi sektor industri dan energi

Ia mengatakan, capaian itu mencerminkan dedikasi, keahlian teknis dan komitmen seluruh tim, serta kolaborasi yang kuat dengan Pemerintah Indonesia dan para mitra proyek.

"Keberhasilan menuntaskan proyek pengembangan lepas pantai laut dalam yang kompleks secara aman dan tepat waktu membuktikan apa yang dapat dicapai melalui tujuan bersama dan eksekusi yang unggul. Capaian ini memperkuat komitmen kami untuk mengembangkan sumber daya gas Indonesia secara bertanggung jawab, efisien dan berkelanjutan," ujar Mirko.

Lapangan Maha terletak di lepas pantai, sekitar 100 kilometer dari Balikpapan, dan 12 kilometer di sebelah tenggara Floating Production Unit (FPU) Jangkrik. Keberhasilan pencapaian gas perdana itu menjadi tonggak penting dalam pengembangan sumber daya gas laut dalam Indonesia, sekaligus semakin memperkuat kontribusi Searah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Gas perdana dicapai pada 30 Oktober 2026, menyusul rampungnya instalasi fasilitas bawah laut pada awal 2026. Proyek Pengembangan Lapangan Maha terdiri atas dua sumur produksi bawah laut yang terhubung ke fasilitas produksi Jangkrik melalui pipa fleksibel dan umbilical sepanjang sekitar 12 kilometer.

Baca juga: Lemhannas dorong kawasan bebas Sabang, Aceh jadi hub internasional

Maha merupakan salah satu komponen utama dalam strategi pengembangan South Production Hub Searah, bersama Lapangan Gendalo dan Gandang. Pengembangan tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas pengolahan gas yang tersedia di FPU Jangkrik.

Dengan tambahan produksi dari Maha dan pengembangan lapangan lainnya, total produksi South Hub diproyeksikan mencapai tingkat produksi plateau sekitar 750 MMSCFD.

Searah mengharapkan produksi baru itu semakin memperkuat portofolio pengembangan hulu migas di Indonesia, melengkapi proyek South Hub dan North Hub yang merupakan bagian dari pengembangan sumber daya gas di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.

Proyek-proyek itu diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi dan keberlanjutan pasokan gas nasional, memenuhi kebutuhan energi domestik serta berkontribusi pada pertumbuhan industri hulu migas Indonesia.

Baca juga: Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kampung di Bekasi Ini Kekeringan Parah, Warga Antre Isi Galon Kosong
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kapolri Gandeng KWI, Perkuat Upaya Jaga Kerukunan Umat Beragama
• 18 menit lalukumparan.com
thumb
Air Matanya Tumpah, Irfan Hakim Sempat Minta Raffi Ahmad Stop Terjun ke Dunia Politik, Ungkap Satu Ketakutan Terbesar
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Pemprov Jateng Kumpulkan 31 Ribu Liter Minyak Jelantah, Raih Rekor MURI
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penumpang KAI Group Tembus 442 Juta hingga Oktober 2026, Tumbuh 7 Persen
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.