WASHINGTON, KOMPAS.TV - Bantuan Amerika Serikat untuk Israel senilai 4 miliar dolar AS per tahun menjadi bahan perdebatan dalam pemilu sela AS, ketika kandidat Demokrat mempertanyakan prioritas penggunaan uang pajak.
Presiden Donald Trump bahkan secara terbuka menyinggung kritik tersebut saat mengumumkan rencana penghentian bantuan mulai 2027.
Melansir Associated Press (AP) Selasa (3/11), Trump menyebut Abdul El-Sayed, kandidat Senat dari Demokrat di Michigan yang vokal mengkritik Israel, sebagai salah satu kandidat yang menggunakan bantuan itu sebagai bahan kritik.
Dalam wawancara telepon dengan Fox News Channel pada hari pemungutan suara, Selasa, Trump mengatakan pembayaran tersebut telah menjadi sasaran politik yang mudah.
Baca Juga: Iran Ancam akan Balas jika AS-Israel Menyerang, Timur Tengah di Ambang Perang Baru
“Kelompok kiri menggunakan pembayaran 4 miliar dolar AS itu—yang diketahui semua orang, bukan rahasia—sebagai simbol ketidakadilan,” kata Trump.
“Dan kami tidak bisa membiarkan itu terjadi. Saya tidak menyukainya karena terlalu mudah. Itu hampir menjadi sasaran yang terlalu mudah,” ucapnya.
Dalam laporan terpisah AP pada 28 Oktober, El-Sayed menjelaskan penolakannya terhadap pendanaan militer asing tidak terbatas pada Israel.
Kepada wartawan seusai sebuah acara di kawasan pinggiran Detroit, ia mengatakan ingin penerimaan pajak AS digunakan untuk membangun sekolah dan membuka peluang di dalam negeri, alih-alih dikirim ke luar negeri untuk menjatuhkan bom.
Baca Juga: Netanyahu Serukan Pemerintahan Sayap Kanan, Oposisi Unggul Tipis dalam Survei Pendapat |KOMPAS SIANG
“Menurut saya, kita seharusnya tidak mendanai militer asing secara umum,” ujar El-Sayed.
Ia menyebut pandangan tersebut juga berlaku terhadap Mesir, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Di tengah perdebatan tersebut, Trump mengatakan AS akan menghentikan bantuan tahunan kepada Israel pada 2027, tetapi tetap menjual persenjataan kepada sekutu terdekatnya di Timur Tengah itu.
Menurut Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengajukan gagasan tersebut kepadanya. Ia menyatakan pembicaraan keduanya sudah berlangsung selama beberapa tahun.
Baca Juga: AWAS! Trump Sebut Harga BBM Bisa Naik Tiga Kali Lipat akibat Konflik dengan Iran | SAPA MALAM
“Begini, kami memberi mereka barang dan uang senilai 4 miliar dolar AS, dan mereka tidak membutuhkannya,” ungkap Trump.
Trump juga mengatakan dirinya dan Netanyahu telah mencapai kesepakatan mengenai persoalan itu. Namun, kantor Netanyahu belum memberikan komentar langsung dalam laporan AP tersebut.
Perdebatan bantuan Israel tidak hanya menyangkut pengeluaran ke luar negeri, tetapi juga kepentingan industri pertahanan AS.
Adapun sebagian besar bantuan diberikan melalui skema Foreign Military Financing atau FMF. Skema tersebut menyediakan dana bagi Israel dengan kewajiban membeli persenjataan buatan Amerika, sehingga uangnya kembali mengalir ke perekonomian AS.
Baca Juga: [FULL] Analisis Peneliti ISI soal Kepentingan Trump dalam Perang Iran Jelang Pemilu AS 3 November
Perusahaan kontraktor pertahanan Amerika dapat terdampak apabila Israel tidak mengganti bantuan yang dihentikan dengan pembelian perlengkapan militer dalam jumlah yang sama.
Pada 2016, Presiden Barack Obama menandatangani kesepakatan keamanan yang menyediakan bantuan militer sebesar 38 miliar dolar AS selama 10 tahun, atau setara 3,8 miliar dolar AS per tahun.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : AP
- bantuan amerika untuk israel
- donald trump
- senat as
- senator partai demokrat
- as jual senjata
- pemilu sela as





